Survei Indikator: Massa PKB Paling Suka Politik Uang

Survei Indikator: Massa PKB Paling Suka Politik Uang

Ramdhan Muhaimin - detikNews
Kamis, 12 Des 2013 16:00 WIB
Survei Indikator: Massa PKB Paling Suka Politik Uang
Ketum PKB Muhaimin Iskandar
Jakarta - Massa dari partai politik juga rentan menerima politik uang. Meskipun dalam Pemilu, mereka sebenarnya sudah memiliki pilihan yang tetap untuk memilih partai politiknya sendiri.

Dalam temuan survei Indikator Politik Indonesia, massa partai politik yang paling terbuka dengan money politics adalah massa PKB. Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan penerimaan terhadap politik uang tidak berhubungan dengan gender dan usia. Namun lebih dipengaruhi faktor tingkat pendidikan dan pendapatan.

"Kecenderungan untuk menerima politik uang paling besar terdapat pada massa pemilih PKB sebesar 47 persen. Sementara paling rendah pada pemilih PKS sebesar 36 persen," ujar Burhan dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Cikini V no 15A, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Burhan, hal ini bisa terjadi karena faktor dimana tingkat pendidikan dan pendapatan pemilih PKB lebih rendah dibanding PKS.

"Artinya, semakin tinggi pendidikan semakin kecil kecenderungan menerima pemberian politik uang. Semakin besar pendapatan semakin kecil kecenderungannya juga menerima pemberian politik uang. Begitu sebaliknya," tuturnya.

Dalam survei tersebut berdasarkan faktor pendapatan, pemilih berpendapatan di atas Rp 2 juta hanya 30 persen yang menerima politik uang. Sementara yang menolak 66 persen.

Hal ini bertolak belakang dengan pemilih yang berpendapatan kurang dari Rp 1 juta dimana 47 persen menerima politik uang, sementara 49 persen menolak.

Sedangkan berdasarkan faktor pendidikan, pemilih lulusan Perguruan Tinggi (PT), yang cenderung menerima politik uang hanya 23 persen. Sementara yang menolak 70 persen. Tapi pemilih yang hanya lulusan SD, 49 persen menerima politik uang. Sementara 47 persen menolak.

Survei dilakukan di 39 dapil. Responden adalah seluruh warga negara Indonesia yang sudah berumur di atas 17 tahun atau sudah menikah. Sampel untuk survei nasional sebanyak 1200 dipilih secara acak dengan metode multistage random sampling, margin of error -/+ 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Setiap pewawancara bertugas untuk satu desa/kelurahan yang terdiri hanya 10 responden.

Wawancara dilakukan pada 22-26 Maret 2013. Quality Control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check).

Berikut selengkapnya hasil survei massa parpol yang menerima dan menolak politik uang:

a. Massa parpol menerima politik uang

1. PKB 47 persen
2. PDIP 46 persen
3. NasDem 46 persen
4. Gerindra 46 persen
5. PPP 43 persen
6. Hanura 42 persen
7. Demokrat 39 persen
8. Golkar 39 persen
9. PAN 38 persen
10. PKS 36 persen

b. Massa parpol menolak politik uang

1. PKB 48 persen
2. PDIP 51 persen
3. NasDem 54 persen
4. Gerindra 51 persen
5. PPP 50 persen
6. Hanura 57 persen
7. Demokrat 57 persen
8. Golkar 58 persen
9. PAN 62 persen
10. PKS 61 persen

(rmd/van)


Berita Terkait