"Pertama hubungan saya dengan Anas Urbaningrum, soal Demokrat. Kan kami dari HMI di Komisi X," jelas Mahyudin usai diperiksa KPK di Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (12/12/2013).
Mahyudin menuturkan, dia juga ditanya soal anggaran Hambalang. Komisi X merupakan mitra dari Kemenpora. "Yang kedua itu proses anggaran, anggaran dari awal sampai multi years," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahyudin menjelaskan, sebagai tim sukses dirinya tidak aktif. Dia juga membantah menerima uang dari Arif Gundul yang ikut dalam proyek Hambalang.
"Proses penganggarannya normatif, proses kongres saya nggak ikuti, tapi pembukaan saya ikut. Soal Rp 600 juta itu nggak ada. Jadi saya, Anda, dan KPK mencari tahu mana uang segitu. Ya kalau muncul itu di persidangan ya harus ditelusuri, Anda menelusuri, saya menelusuri, KPK menelusuri," tutup dia.
(kha/ndr)










































