Sekda DIY Terima 10 Surat Sakti Agar Diterima Jadi CPNS
Rabu, 24 Nov 2004 17:23 WIB
Yogyakarta - Hingga menjelang pelaksanaan ujian tulis seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sedikitnya menerima 10 surat sakti dari sejumlah pejabat di Jakarta. Surat tersebut inti meminta agar anak, saudara atau pun keponakan pejabat itu diterima atau lolos seleksi."Tidak hanya surat sakti dari sejumlah pejabat saja, tapi juga suap secara langsung datang atau langsung telepon kepada saya agar bisa diterima," kata Ketua Panitia Penerimaan PNS Propinsi DIY, Bambang Susanto Priyohadi yang juga Sekda Yogyakarta kepada wartawan, Rabu (24/11/2004).Bambang mengatakan, sedikitnya ada 10 surat sakti yang menumpuk di meja kantornya di kompleks Gubernur DIY di Kepatihan Yogyakarta. Surat sakti itu sebagian besar berasal dari beberapa pejabat di Jakarta. Tujuan meminta agar anak atau pun saudaranya dapat diterima tes penerimaan PNS."Model-model seperti ini masih ada dan masih sampai sekarang saya tumpuk di meja kerja saya. Bahkan ada yang yang berani menawar puluhan juta rupiah jika diterima," katanya.Tidak hanya cara seperti itu saja. Adapula yang langsung mendatangi dan menelepon dirinya karena tahu kalau Sekda DIY sebagai ketua panitia penerimaan di tingkat provinsi. "Walau mereka membawa surat sakti, jika tes tidak lolos, jelas tidak akan diterima," kata mantan Kakanwil PU DIY itu.Dia juga menjanjikan hadiah Rp 1 juta kepada siapa saja yang bisa memberikan laporan bila ada oknum PNS yang menerima suap. Tidak hanya suap saja yang akan ditindak tetapi juga praktek perjokian juga akan ditindak. "Kita tak main-main sesuai perintah Gubernur DIY, seleksi harus jujur, adil dan bersih," imbuhnya.
(nrl/)











































