"Dalam survei nasional, kecenderungan perilaku pemilih, jika ada lebih dari satu partai memberikan uang atau barang dapat dipetakan menjadi dua, menolak 54,3 persen dan menerima 41,7 persen," ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Cikini V no 15A, Mentang, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2013).
Lanjut Burhan, di antara pemilih yang menilai politik uang sebagai kewajaran, 28,7 persen responden akan memilih calon yang memberi uang. Sementara 10,3 persen pemilih akan memilih calon yang memberi uang paling banyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Survei dilakukan di 39 dapil. Responden adalah seluruh warga negara Indonesia yang sudah berumur di atas 17 tahun atau sudah menikah. Sampel untuk survei nasional sebanyak 1200 dipilih secara acak dengan metode multistage random sampling, margin of error -/+ 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Setiap pewawancara bertugas untuk satu desa/kelurahan yang terdiri hanya 10 responden.
Wawancara dilakukan pada 22-26 Maret 2013. Quality Control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check).
(rmd/van)










































