"Pertamina belum mempersiapkan apa-apa untuk menanggapi isu hukum," ujar Humas PT Pertamina Wianda Pusponegoro di RSPP, Jl Kiai Maja, Jakarta Selatan, Kamis (12/11/2013).
Menurut Wianda, saat ini pihaknya masih fokus untuk menolong korban tabrakan maut yang menelan 7 korban tewas tersebut. Pihaknya juga masih menunggu hasil penyelidikan polisi.
Di tempat yang sama, Dirut PT Pertamina Patra Niaga Ferdy Novianto menyatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan Chosimin, sopir truk tangki dan kernetnya, Mujiono benar atau salah atas insiden tersebut.
"Saya belum bisa bilang sopir saya benar atau salah. Kami masih serahkan itu kepada ahlinya," kata Ferdy.
Sebelumnya, Jonan ingin agar semua bisa terbuka. Tak ada yang ditutup-tutupi dalam kecelakaan tersebut.
"Apa yang perlu ditutupi dalam sebuah kecelakaan ini? Tidak ada sebuah harga diripun yang bisa menggantikan korban tewas! Harus ada peradilan yang sesuai peraturan yang berlaku tanpa intervensi siapapun juga," jelas Jonan dalam keterangannya, Kamis (12/12/2013).
(nwy/mad)











































