2 Gubernur Minta Kesempatan Uji Coba TPST Bojong
Rabu, 24 Nov 2004 17:16 WIB
Bandung - Inilah "kesepakatan" 2 gubernur dalam menyikapi kasus Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bojong, Bogor. Gubernur Jabar Danny Setiawan dan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso sepakat, setelah selesainya masa cooling down di Bojong pasca keributan antara warga dengan aparat kepolisian di situ, hendaknya developer diberi kesempatan untuk mengoperasikan peralatan pengolahan sampah berteknologi tinggi itu."Nanti bisa dilihat hasilnya, apakah memang akan mengganggu lingkungan sekitar atau tidak. Paling tidak, diberi kesempatan untuk dilakukan uji coba," kata Danny Setiawan, di sela-sela menjamu Sutiyoso di Gedung Sate, kantor resmi Gubernur Jabar di Jl Diponegoro Bandung.Sutiyoso datang ke Bandung bersama 3 pimpinan daerah yang tergabung ke dalam Asian Network of Major Cities. Yang hadir ke Bandung hari Rabu (24/11/2004) itu adalah Gubernur Tokyo Shintaro Ishihara, Chairman of Manila Bayani Fernando, dan perwakilan dari Taipei Mariam Wu. Sebelumnya, para pimpinan kota-kota besar ini juga mengunjungi PT Dirgantara Indonesia (PT DI).Danny pun menegaskan bahwa sebaiknya dari pihak developer dan Pemda Kabupaten Bogor, serta Pemda DKI bisa lebih menyosialisasikan rencana dan teknologi pengolahan sampah itu. "Saya rasa, sosialisasinya masih kurang," katanya.Danny menuturkan bahwa dirinya sudah mendapatkan laporan yang lebih lengkap dari Sekda Kabupaten Bogor Pery Soeparman. Dari laporan yang diterimanya, rencana TPST Bojong itu adalah kesepakatan antara Pemda Kabupaten Bogor dengan developer PT Wira Guna Sejahtera (PT WGS) dan tidak dengan Pemda DKI Jakarta. "Perizinannya sudah lengkap, termasuk dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungannya (Amdal)," tuturnya.Karena itu, Danny pun meminta agar dilakukan sosialisasi yang lebih intensif lagi kepada warga sekitar, sebelum dilakukan uji coba pengoperasiannya. "Kalau perlu, diajak dulu 1-2 tokoh setempat untuk melihat pengolahan yang menggunakan teknologi yang sama ini di Berlin Jerman. Nanti bisa dilihat, apakah memang ada dampaknya kepada lingkungan," katanya menyarankan.Soal kekhawatiran warga adanya sampah-sampah yang akan berceceran di jalanan akibat pengangkutan yang tidak baik, Danny pun menegaskan bahwa hal itu bisa dilihat. "Sampah itu nantinya akan diangkut dengan truk kapsul, yang ada penutupnya. Bisa dilihat nanti pada saat uji coba," katanya lagi.Sementara itu, Sutiyoso pun menuturkan bahwa pihaknya sama sekali tidak mengeluarkan dana dalam pembangunan TPST itu. "Semuanya murni investasi dari developer," tuturnya.Menurutnya, dengan pengoperasian TPST Bojong itu nantinya justru akan menyerap banyak tenaga kerja, dan juga menggairahkan perekonomian warga setempat. Pasalnya, pihak developer sudah menjanjikan sampah-sampah nonorganik yang dihasilkan dalam bentuk briket, akan diberikan kepada koperasi setempat. "Itu bisa menjadi bahan baku untuk pembuatan ember, panci dan lainnya. Developer juga sudah menjanjikan akan memberikan alat-alatnya," papar Sutiyoso lagi.Sutiyoso juga meminta agar aparat bisa bertindak tegas dalam menegakkan hukum di sana. Pasalnya, itu berkaitan dengan kepastian hukum dan keamanan investasi yang ada di Jabar dan DKI Jakarta.
(nrl/)











































