Meskipun saat ini berprofesi sebagai advokat, Ahmad mengaku selalu menjaga kewibawaan dirinya. Ada berbagai cara yang ia lakukan untuk membuatnya layak menjadi calon hakim agung tersebut.
"Di kantor, Alhamdulillah perkara-perkara pidana saya tolak. Karena menurut saya itu agak lebih riskan," katanya dalam wawancara terbuka di Komisi Yudisial, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi agar saya malu kalau mau berbuat yang tidak baik karena ada embel-embel H di KTP saya," ujarnya.
Ia juga menuliskan dosen dalam profesinya di KTP. "Dosen kan harusnya jadi teladan, sehingga itu juga menjaga saya," ujarnya.
Ia mengaku tak akan menyesal memilih profesi hakim agung meskipun penghasilannya jauh lebih rendah dari penghasilannya sekarang. Ia mengaku ingin mengembangkan ilmu dan mengabdikan dirinya pada negara.
"Karena pun toh saya lawyer memijakkan kaki di pengadilan selama 10 tahun ini tidak pernah. Saya sangat menjaga itu," katanya saat ditanya oleh hakim Taufiqurrahman Syahuri.
(kff/mad)











































