Cara Ahmad Muliadi Bentengi Diri: Tolak Kasus Pidana dan Pasang Gelar Haji

Seleksi Hakim Agung

Cara Ahmad Muliadi Bentengi Diri: Tolak Kasus Pidana dan Pasang Gelar Haji

Nur Khafifah - detikNews
Kamis, 12 Des 2013 10:58 WIB
Cara Ahmad Muliadi Bentengi Diri: Tolak Kasus Pidana dan Pasang Gelar Haji
Jakarta - Calon hakim agung Ahmad Muliadi mengaku selalu menjaga dirinya dari hal-hal yang berbau 'kotor' dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu diungkapkannya dalam wawancara terbuka seleksi hakim agung di Komisi Yudisial hari ini.

Meskipun saat ini berprofesi sebagai advokat, Ahmad mengaku selalu menjaga kewibawaan dirinya. Ada berbagai cara yang ia lakukan untuk membuatnya layak menjadi calon hakim agung tersebut.

"Di kantor, Alhamdulillah perkara-perkara pidana saya tolak. Karena menurut saya itu agak lebih riskan," katanya dalam wawancara terbuka di Komisi Yudisial, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ahmad mengaku lebih memaksimalkan profesinya sebagai konsultan hukum. Selain itu, pria yang memiliki kekayaan di atas Rp 6 miliar tersebut juga mengaku menuliskan H yang berarti haji dalam KTP nya.

"Jadi agar saya malu kalau mau berbuat yang tidak baik karena ada embel-embel H di KTP saya," ujarnya.

Ia juga menuliskan dosen dalam profesinya di KTP. "Dosen kan harusnya jadi teladan, sehingga itu juga menjaga saya," ujarnya.

Ia mengaku tak akan menyesal memilih profesi hakim agung meskipun penghasilannya jauh lebih rendah dari penghasilannya sekarang. Ia mengaku ingin mengembangkan ilmu dan mengabdikan dirinya pada negara.

"Karena pun toh saya lawyer memijakkan kaki di pengadilan selama 10 tahun ini tidak pernah. Saya sangat menjaga itu," katanya saat ditanya oleh hakim Taufiqurrahman Syahuri.

(kff/mad)


Berita Terkait