Menteri Irak: Tidak Ada Jaminan Keamanan Selama Pemilu
Rabu, 24 Nov 2004 16:49 WIB
Jakarta - Pemerintah interim Irak menjadwalkan pemilihan umum di negeri itu pada 30 Januari 2005 mendatang. Bagaimana dengan jaminan keamanan selama pemilu mengingat situasi Irak yang hingga kini terus bergolak?Ternyata tidak ada jaminan untuk itu. Menteri Pertahanan Irak mencetuskan bahwa dirinya tidak bisa menjamin keselamatan para pemilih ataupun kandidat dalam pemilu mendatang. Demikian disampaikan Hazem Sha'alan seperti dikutip surat kabar berbahasa Arab yang berlokasi di London, Inggris, Asharq Al-Awsat."Anda bertanya ke saya sebagai menteri pertahanan, apakah saya bisa menjamin keselamatan para kandidat dan pemilih? Saya katakan tidak, saya belum punya rencana sampai sekarang," tukas Sha'alan seperti dilansir CNN, Rabu (24/11/2004)."Rakyat Irak tidak tahu apa itu pemilu dan tidak tahu siapa kandidat atau siapa para pemilih itu," imbuh pria berusia 57 tahun itu.Sha'alan, pemimpin suku dengan latar belakang ilmu ekonomi itu, mengungkapkan dirinya berencana untuk mencalonkan diri sebagai kandidat independen dalam pemilu guna memilih majelis nasional transisi itu.Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Colin Powell mengutarakan keyakinannya bahwa kondisi di Irak akan stabil pada 30 Januari mendatang. "Kami punya pasukan yang signifikan di sana, dan pasukan Irak tumbuh semakin besar dan kuat setiap harinya," kata Powell dalam wawancara dengan CNN.
(ita/)











































