1. Bebaskan Lahan
|
|
"Pembebasan lahan, tahun depan langsung dikerja di lapangan termasuk yang di Bintaro," ungkap Gubernur DKI, Joko Widodo di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2013).
Jokowi mengatakan pembebasan lahan tersebut akan dilakukan secara bertahap termasuk beberapa lokasi yang akan dibangun elevated train oleh Kementerian PU. Perencanaan pembebasan lahan ini sudah ada sejak awal tahun 2013
"Pokoknya kita rampungin sesegara mungkin supaya habis itu langsung dikerjakan (Kementerian PU) siang dan malam," terangnya.
Lokasi pembebasan yang diminta oleh Kementerian PU ada di tiga pintu perlintasan kereta yakni Jalan Latumenten, Jalan Sulawesi dan Jalan RE Martadinata.
2. Kucurkan Rp 150 Miliar
|
|
"Anggarannya Rp 150 miliar untuk 15 titik," ungkap Rudi di stasiun Palmerah, Jalan Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (10/12/2013).
Seluruh perlintasan tersebut tidak ada yang dilalui oleh proyek Elevated Train yang akan dibangun oleh Kementerian Perhubungan. Pembangunan perlintasan ini akan dimulai tahun 2014 dengan memprioritaskan beberapa titik yang padat arus lalu lintasnya.
"Yang diprioritaskan itu Bintaro tadi (Pondok Betung), Permata Hijau, Tanjung Barat, Cipinang dan Semenan. Alasannya karena perlintasan tersebut ramai yang melintas," ungkapnya.
Pembangunan perlintasan tersebut dilakukan dengan sistem lelang dan akan selesai dalam 2 tahun.
"Tahun 2014 akan dibangun dengan desain and build. Jadi ini akan kita laksanakan dari awal tahun, paling lama dua tahun selesai lah jadi 2015 sudah bisa selesai," pungkasnya.
3. Bangun Flyover dan Underpass
|
|
"Ini sudah terlambat. Dalam perlintasan kereta seperti ini, sudah seharusnya perlintasan kereta dibangun underpass maupun flyover. Makanya nanti akan kita buat seperti itu," ujar Jokowi saat mengunjungi lokasi kecelakaan di perlintasan Pondok Betung, Bintaro, Jaksel, Senin (9/12/2013) malam.
Kecelakaan di perlintasan seringkali disebabkan karena banyaknya angkot yang mengetem di sekitar lokasi. Sehingga lalu lintas menjadi tersendat saat KRL akan melintas.
Menurut Jokowi, keadaan demikian bukan tanggung jawab Satpol PP untuk menertibkan sekitar perlintasan.
"Iya itu, salah satu permasalahannya. Tapi bukan tanggung jawab Satpol PP, tapi dari lalu lintas. Itu harus dirapikan. Makanya kita harus bangun lintasan itu underpass atau flyover," tuturnya.
Lalu, kapan jalur underpass dan flyover itu akan dibangun? "Tahun depanlah, kita buat seperti itu," ucapnya.
Sebanyak 12 underpass akan dibangun di Jakarta. Salah satu target pembangunan underpass adalah meminimalisasi kecelakaan di perlintasan kereta api. Jokowi belum merinci di mana saja lokasi pembangunan underpass dan flyover tersebut. Namun persimpangan kereta api menjadi salah satu fokus Pemprov DKI.
4. Tangkap Penerobos
|
|
"Ini keliru. Ini harus ditangkap!" ujar Jokowi saat mengecek lokasi kecelakaan di perlintasa KRL Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2013).
Jokowi mengatakan siapa saja yang mendengar sinyal perlintasan harus berhenti. Peraturan itu berlaku untuk siapa pun.
"Kalau sudah ada sinyal ada peringatan ya harus stop. Entah itu gubernur atau walikota atau menteri. Semua sama," katanya.
Ia juga menekankan hal terpenting adalah masalah penegakan hukum. "Ini memang harus kita bangun segera. Meskipun sebetulnya yang paling penting adalah penegakan hukum," ujar Jokowi di stasiun Pondok Ranji, Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (10/12/2013).
Penegakan yang dimaksudnya adalah budaya masyarakat yang sadar dan tertib hukum. Jika masyarakat sudah tertib hukum, kecelakaan yang kerap terjadi di perlintasan kereta akan berkurang.
Halaman 2 dari 5











































