Dari foto yang didapat detikcom, tampak awan hitam menggumpal. Puting beliung dari arah barat laut Bali ini terjadi setelah hujan lebat mengguyur.
Sementara foto lainnya menunjukkan mobil tertimpa lempengan besar seng. Sebuah papan pun jatuh ke jalan karena tertiup angin kencang tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Citra radar BMKG Denpasar merekam puting beliung terjadi pada pukul 13.50 WITA. Angin ini membuat atap rumah milik sejumlah warga berterbangan.
Puting beliung merupakan fenomena alam yang wajar terjadi. "Cuma ini yang mengejutkan khususnya untuk Kota Denpasar karena belum pernah puting beliung cukup dahsyat," tuturnya
Menurut Tirta, puting beliung masih berpotensi terjadi karena peralihan cuaca. Masyarakat diminta waspada.
Angin puting beliung terjadi akibat adanya perbedaan tekanan sangat besar dalam area skala sangat lokal yang terjadi di bawah atau di sekitar awan Cumulonimbus (CB).
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Denpasar, Agung mengatakan puting beliung merusak puluhan rumah.
"Data sementara, 15 rumah rusak sedang, 75 rumah rusak ringan," sebutnya.
(fdn/fiq)











































