Wayang Semar ini dinilai sesuai untuk menggambarkan sosok Jokowi sebagai pemimpin.
"Semar ini digambarkan sebagai pamong dan pengemong tugas rakyat. Beliau pantas menjadi pamong, seperti Semar," kata pemilik Kreatif Sanggar Wayang, Gogon Margono di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2013).
Margono bercerita jika niat membuat wayang tersebut sudah ada sejak Jokowi masih menjabat di Solo pada tahun 2007. Karena berbagai alasan, akhirnya wayang tersebut baru dapat dibawanya ke Jakarta hari ini.
Sayangnya, karena aktivitas blusukannya, Jokowi belum sempat melihat langsung wayang tersebut. Perwakilan dari sanggar ini hanya diterima oleh staf Jokowi.
(mnb/gah)











































