Walikota Pekanbaru Bantah Soal Ujian Telah Bocor
Rabu, 24 Nov 2004 16:24 WIB
Pekanbaru - Materi ujian tes untuk CPNS di Pekanbaru dijamin tidak ada kebocoran. Semua materi ujian dan kertas jawaban sebelum dibagikan ke peserta dijaga ketat petugas.Hal itu ditegaskan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah kepada detikcom, Rabu (24/11/2004) di GOR, Jl Diponegoro Pekanbaru, sehubungan merebaknya isu soal ujian telah bocor ke calon perserta. Herman menjamin kerahasiaan lembaran soal ujian untuk CPNS di lingkungannya."Bagaimana mau bocor, begitu materi ujian sampai di Pekanbaru, semuanya kita masukkan dalam gudang di kantor Wwlikota. Gudang itu dijagat ketat anggota Satpol PP baik siang maupun malam. Jadi tidak benar kalau soal ujian sudah bocor," tegasnya.Kalau pun ada isu kebocoran soal, lanjut Herman, hal itu dimungkinkan karena banyaknya lembaga pendidikan di Pekanbaru yang membuat semacam soal ujian pembanding. Lembaga itulah yang sengaja menjual soal ujian yang diperkirakan akan menyerupai ujian untuk CPNS."Kalau ada lembaga pendidikan yang mencoba mambuat soal yang memungkinkan mendekati ujian hari ini, saya kira itu hal yang wajar. Sama halnya ketika siswa akan memasuki perguruan tinggi. Banyak lembaga pendidikan yang menjual soal ujian dari tahun-tahun sebelumnya," kata Herman.Menyinggung adanya peserta CPNS yang merupakan titipan pejabat, Herman tidak menepis dugaan tersebut. Tapi menurutnya, kemungkinan adanya perserta yang merupakan titipan pejabat itu sangat kecil sekali."Ya namanya kemungkinan adanya titipan pejabat pastilah ada. Tapi peluang itu saya kira sangat kecil sekali. Saya sendri bingung kalau ada calon atau saudara yang menitipkan nomor. Kepada siapa saya beri nomornya itu. Sebab, yang memeriksa hasil ujian itu di Jakarta," kata Herman sembari tertawa.Menurut Herman, sejak dibukanya lamaran untuk CPNS di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru, setidaknya ada 7.500 perserta yang mengambil formulir. Namun yang mengembalilkan formulir itu hanya sekitar 6.300 orang. Sedangkan yang mengikuti ujian tes CPNS hanya 5800 orang. Sisanya batal hadir."Peminat untuk menjadi PNS cukup tinggi. Namun peluangnya sangat terbatas. Kita hanya membutuhkan 157 orang PNS baru," kata Herman.
(nrl/)











































