"Sekarang kita lihat, yang sudah lama di dinas pendidikan kita taruh di Reskrim. Kita jadikan disabhara, jika di lapangan masih ada anggota yang kurang bagus, kita masukkan pendidikan lagi," jelas Oegroseno usai diskusi di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (11/12/2013).
Menurut dia, Polri sekarang lebih mengutamakan membangun budaya (culture). Kulturnya akan dibangun semaksimal mungkin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, polisi yang 'nakal' akan dimasukkan dalam pendidikan agar berubah. Polisi yang baik akan ditempatkan di posisi yang strategis.
"Di pendidikan itu juga berfungsi mengingatkan mereka, bagaimana pentingnya nanti setelah di lapangan. Setelah di lapangan, mungkin mereka lupa, jadi harus masuk pendidikan lagi harus belajar etika, dan budaya-budaya yang baik untuk profesi yang baik," ujar jenderal yang dipuji Ketua KPK Abraham Samad sebagai salah satu polisi jujur ini.
(dha/ndr)











































