"Pertama kita harus membangun sistem. Yang terpenting sistemnya dibangun untuk menyetop. Kemudian orang-orangnya, tempatkan polisi-polisi yang baik di posisi strategis," ujar Samad saat diskusi bedah buku Suhartono 'Hoegeng: Polisi dan Menteri Teladan' terbitan PT Kompas Media Nusantara, di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (11/12/2013).
Samad mengatakan, setelah sistem diperbaiki sedemikian rupa, yang harus diperhatikan adalah sumber daya manusia yang akan masuk ke kepolisian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Samad mengatakan, yang terpenting pemimpin di kepolisian mampu memberi tauladan. Dengan begitu, bawahannya akan mengikuti.
"Contoh kalau Kapolrinya suka 86, yang bawah juga suka 86. Tapi kalau baik, bawahannya akan mengikuti," kata Samad.
86 adalah istilah damai. Biasa diartikan sebagai salam tempel.
(/)










































