Abraham Samad: Contoh, Kalau Kapolrinya Suka 86 yang Bawah Juga Suka 86

Abraham Samad: Contoh, Kalau Kapolrinya Suka 86 yang Bawah Juga Suka 86

- detikNews
Rabu, 11 Des 2013 17:22 WIB
Abraham Samad: Contoh, Kalau Kapolrinya Suka 86 yang Bawah Juga Suka 86
Jakarta - Ketua KPK Abraham Samad menjadi salah satu pembicara diskusi buku soal mantan Kapolri Jenderal Hoegeng. Samad menyoroti jika ingin ada perbaikan dalam tubuh kepolisian harus dimulai dari sistem.

"Pertama kita harus membangun sistem. Yang terpenting sistemnya dibangun untuk menyetop. Kemudian orang-orangnya, tempatkan polisi-polisi yang baik di posisi strategis," ujar Samad saat diskusi bedah buku Suhartono 'Hoegeng: Polisi dan Menteri Teladan' terbitan PT Kompas Media Nusantara, di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (11/12/2013).

Samad mengatakan, setelah sistem diperbaiki sedemikian rupa, yang harus diperhatikan adalah sumber daya manusia yang akan masuk ke kepolisian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mulai rekruitmen dan seterusnya. Ada yang bayar juga zaman dulu (untuk masuk Polri). Jadi kalau ketika menjabat, ini salah kalau mencari uang juga," kata Samad.

Samad mengatakan, yang terpenting pemimpin di kepolisian mampu memberi tauladan. Dengan begitu, bawahannya akan mengikuti.

"Contoh kalau Kapolrinya suka 86, yang bawah juga suka 86. Tapi kalau baik, bawahannya akan mengikuti," kata Samad.

86 adalah istilah damai. Biasa diartikan sebagai salam tempel.

(/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini