Sosiolog: Pemerintah Jangan Membuat Proyek Bom Waktu
Rabu, 24 Nov 2004 15:53 WIB
Jakarta -
Sosiolog Universitas Indonesia (UI) Paulus Wirutomo mengingatkan pemerintah untuk tidak membuat proyek yang mengandung bom waktu. Jika ingin membuat suatu proyek, pemerintah harus menjelaskan keuntungan apa yang dapat diambil masyarakat. "Jadi buatlah suatu proyek yang memiliki multiplayer effect kepada masyarakat sehingga jangan ada lagi suatu proyek yang mengandung bom waktu karena untuk masa sekarang dan masa depan bom waktu itu akan meledak. Lihat saja kasus Bojong, belum dibuka bomnya sudah meledak," ujar Paulus kepada detikcom usai diskusi di KLH, Jl. Panjaitan, Jakarta, Rabu (24/11/2004). Dikatakat Paulus, masyarat selalu dijadikan pihak yang harus menanggung akibat saja, terutama yang negatif. Seharusnya jika ingin membuat suatu proyek di suatu wilayah, kata Paulus, dijelaskan keuntungannya bagi masyarakat serta bagaimana masa depannya. Menurut Paulus, bisnis sampah adalah bisnis yang sangat besar dan menguntungkan. Keuntungan itu seharusnya dapat di-share kepada masyarakat. "Tapi kok rakyat sama sekali tidak mendapatkan keuntungan? Tidak boleh gitu dong," katanya. Di tempat yang sama, Soenardi Yogantara dari LSM Warga Peduli Lingkungan menilai terjadinya kasus Bojong karena masyarakat kurang dilibatkan serta kurangnya sosialisasi. Meski TPST itu memiliki instalasi yang sangat canggih, lanjut Soenardi, akan percuma jika tidak disosialisaikan.
(rif/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































