Dialog Lintas Agama ASEAN Digelar di Yogya 6-7 Desember
Rabu, 24 Nov 2004 15:45 WIB
Jakarta - PP Muhammadiyah bersama Deplu akan menggelar acara dialog tokoh-tokoh lintas agama dari negara ASEAN dan sekitarnya di Yogyakarta pada 6-7 Desember 2004.Hal itu diungkapkan Wakil Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin bersama Direktur Diplomasi Publik Deplu Andri Hadi dalam jumpa pers di Kantor PP Muhammadiyah jalan Menteng Raya Jakarta Pusat, Rabu (24/11/2004).Dituturkan Din, dialog On Interfaith Cooperation atau dialog lintas agama itu akan diselenggarakan di Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta itu rencananya akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.Acara tersebut akan melibatkan sekitar 150 peserta dari tokoh-tokoh agama di 15 negara kawasan ASEAN, termasuk Australia, Selandia Baru, Papua Nugini, dan Timor Leste."Diharapkan semua perwakilan tokoh-tokoh agama di negara-negara tersebut hadir. Dialog akan mengambil tema mewujudkan perdamaian dalam hubungan masyarakat beragama yang harmonis," kata Din.Dalam pertemuan tersebut, lanjut dia, akan dibahas mengenai isu-isu kunci yang dihadapi umat manusia di dunia. Juga peran agama dalam membangun masyarakat demokrasi dan pluralis, termasuk membahas masalah terorisme global dan kelompok-kelompok ekstrimis."Acara ini diharapkan menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menjelaskan kepada pihak internasional mengenai situasi di tanah air, termasuk mengenai konflik-konflik yang terjadi di Indonesia," ujar Din.Sebenarnya, sambung dia, acara tersebut memang baru pertama dilakukan dengan skala internasional, terutama dengan melibatkan instansi pemerintah, dalam hal ini Deplu.Menurutnya, tidak ada deklarasi atau semacam rekomendasi sebagai hasil pertemuan tersebut. Namun tidak menutup kemungkinan semua peserta akan membuat suatu langkah konkret. "Entah itu dalam bentuk deklarasi atau rekomendasi. Itu akan diserahkan ke floor dalam forum tersebut," kata Din.Andri membenarkan kalau acara tersebut merupakan yang pertama dengan melibatkan negara-negara ASEAN, plus 4 negara sekitar. Rencananya pada pertengahan April 2005 akan diadakan acara serupa dengan melibatkan seluruh negara ASEAN dan Eropa di Bali."Tapi saat ini lebih untuk mendekatkan tokoh-tokoh agama dan kelompok masyarakat di Asia Tenggara dan sekitarnya dulu," kata Andri.
(sss/)











































