Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono menjelaskan, poin tersebut terbagi menjadi P1, yang memiliki keterkaitan dengan perkeretaapian termasuk infrastruktur dan pendukungnya. Pemerintah tengah mengembangkan kereta loopline atau circle line yang mengelilingi kota Jakarta.
"P1 itu yang berhubungan dengan jalan rel. Itu termasuk hal yang kita lakukan seperti loop line. Sekarang sudah MRT juga. Juga monorel kurang lebih 1 minggu yang lalu Kemenhub sudah melayangkan surat ke Kemenko dan diharapkan perpress konsorsium bumn itu dapat dipercepat," kata Bambang di acara Jumpa Pers Akhir Tahun Kemenhub di Kantor Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Rabu (11/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perbaikan halte-halte itu, pemasangan GPS itu bagian dari P2," tambahnya.
Yang ketiga adalah P3 yang merupakan langkah pemerintah dalam merevitalisasi angkutan perkotaan. Kopaja, metromini dan angkutan perkotaan lain mendapat perhatian dari pemerintah, terutama yang keadaannya sudah rusak.
"P3 adalah revitalisasi angkot. Trayek. Mengganti angkot yang tidak layak, kopaja, dan diganti dengan yang baru yang sudah dengan standar. Itu merupakan revitalisasi angkot," katanya.
Sedangkan yang keempat adalah faktor pendukung dari kesemua poin yang disebutkan tadi. Contoh konkritnya seperti penertiban tempat parkir.
"P4 itu pendukung, seperti tempat parkir. Park and drive. Penertiban seperti cabut pentil dan lain-lain, sehingga infrastuktur yang dibangun bisa dimanfaatkan dengan optimal," papar Bambang.
"Ini 4 hal yang kita lalkukan dan semuanya on progress. Hasilnya step by step. Kita lihat di 2014 hasilnya," tambahnya.
(zlf/nal)











































