Ribuan HP Nokia Diselundupkan di Pelabuhan Tanjung Priok

Ribuan HP Nokia Diselundupkan di Pelabuhan Tanjung Priok

- detikNews
Rabu, 24 Nov 2004 15:38 WIB
Jakarta - Sebanyak 5 kontainer berisi ribuan handphone Nokia berbagai tipe diselundupkan di Pelabuhan Tanjung Priok. Penyelundupan ini diperkirakan merugikan negara hingga Rp 100 miliar.Demikian laporan dari masyarakat yang diterima Blora Center melalui email dan fax ke kotak pos 909. "Ada bukti otentik penyelundupan Nokia berbagai tipe sebanyak 5 buah kontainer. Bahkan, ada Nokia tipe terbaru yaitu Nokia seri 9500. Dari lima kontainer ini, negara dirugikan sekitar Rp 100 miliar lebih," kata Direktur Blora Center Jusuf Rizal dalam jumpa pers di Blora Center, Jalan Teluk Betung, Jakarta Pusat, Rabu (24/11/2004).Dikatakan Rizal, lima kontainer ini diimpor atas nama PT SMA. Dalam dokumen impor disebutkan, kontainer tersebut berisi sparepart kendaraan dan alat-alat pertukangan. Tetapi ternyata berisi ribuan HP Nokia berbagai tipe."Dari lima kontainer ini, tercatat 3 kontainer sudah direekspor sehingga tinggal 2 buah kontainer lagi di kantor Bea Cukai Tanjung Priok 2. Diduga kuat telah direkayasa oleh oknum pejabat Bea Cukai dengan cara mereekspor barang-barang ini agar importir tidak rugi," ungkap Rizal."Caranya dengan membatalkan Pemberitahuan Impor Barang (PIB). Barang yang direekspor tersebut sudah diganti dengan produk lain sehingga produk HP Nokia berbagai tipe tersebut sudah masuk pasar.Di Madura, Nokia seri 9500 dijual seharga Rp 7 juta. Padahal harga garansi resmi dari Nokia berkisar Rp 15 juta," lanjutnya.Dijelaskan dia, sebanyak 3 kontainer masuk ke Indonesia dengan menggunakan kapal Magnolia tertanggal 18, 20 dan 26 Oktober 2004. Sedangkan, 2 kontainer lain diangkut dengan kapal New Dinamic tertanggal 2 November 2004 dengan pemasok barang SITC Logistics PTE Ltd Singapura.Lebih lanjut, kata Rizal, kontainer ini bisa masuk ke Indonesia melalui dua cara yaitu praktek under invoicing dimana nilai barang Rp 100 miliar hanya dibayar Rp 42 juta. Kedua, deskripsi barang impor yang tidak benar contohnya produk tekstil dideskripsikan sebagai sparepart kendaraan bermotor."Praktek ini bisa terjadi jika ada konspirasi antara oknum petugas Bea Cukai dengan importir penyelundup.Yang paling bertanggung jawab dalam penyelundupan HP ini adalah Direktur P2, Kepala Kantor Pelayanan Tanjung Priok, Kakanwil Tanjung Priok bahkan sampai level seksi," kata dia.Menurut Rizal, rencananya laporan ini akan disampaikan ke Komisi XI DPR. "Itu bukan wewenang Blora Center untuk melaporkan ke polisi. Kita juga sedang menyiapkan laporan ini untuk disampaikan ke presiden SBY," demikian Rizal. (aan/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini