Peserta Tes CPNS Semarang Curiga Joki Berkeliaran
Rabu, 24 Nov 2004 15:11 WIB
Semarang - Keraguan-raguan bersihnya tes CPNS dari ulah joki atau sejenisnya terjadi di Semarang. Pasalnya, pengawasan petugas saat tes berlangsung tidak ketat. Petugas juga tidak memeriksa identitas diri pelamar.Salah satu pelamar CPNS, Joko (34) menyatakan, joki atau seseorang bisa saja menggantikan posisi pelamar. "Soalnya petugas tidak memeriksa identitas diri pelamar saat masuk ruangan atau menempati tempat duduknya," katanya ketika ditemui di Stadion Diponegoro Semarang, Jl Ki Mangun Sarkoro, Rabu (24/11/2004).Joko yang saat itu sedang menjemput adiknya yang juga ikut tes menambahkan, kondisi itu berbeda dengan tes-tes sebelumnya. Dulu, tes CPNS berlangsung sangat ketat. Petugas memeriksa dengan detail identitas diri untuk dicocokkan dengan nomor peserta.Meski sudah pernah mengikuti tes sebanyak 4 kali ini, Joko pesimis akan diterima. "Kita tidak tahu kok, yang datang itu peserta asli atau bukan. Kita-kita yang kosongan (tanpa bantuan) ini bisa kalah dong," tukasnya.Tidak ketatnya pengawasan juga diakui Elizabeth (26). Pelamar dosen Undip Semarang ini mengatakan pada saat dirinya tes, petugas hanya memberi peringatan agar peserta tidak membawa HP. Tapi mereka tidak menggeledah."Ya cuma dikasih peringatan saja. Petugas pengawasnya sih lumayan banyak, tapi mereka tidak mengawasi dengan ketat," kata Eliza ketika ditemui di Kampus Undip, Jl Imam Barjo Semarang.Sementara Ketua Panitia Pelaksana Tes Kanwil Hukum dan HAM Jateng ketika ditemui di lokasi tes membantah kalau ada peluang adanya joki. Pengawasan tes sudah dilakukan sesuai prosedur. "Kami yakin tidak ada," katanya pendek.Berdasarkan pantauan detikcom, seluruh Polres dan Polsek di Semarang diterjunkan untuk pengamanan tes. Selain itu, pegawai di masing-masing instansi yang membuka lowongan juga diturunkan. Di setiap lokasi tes, setidaknya ada 5 - 10 orang petugas.Tes CPNS di Semarang diikuti 17.060 orang. Sedangkan formasi yang dibutuhkan sebanyak 276 orang. Formasi itu terdiri dari tenaga pendidikan (158), tenaga medis (53) dan tenaga non teknis (65). Keseluruhan peserta ditempatkan di 35 lokasi ujian. Sedangkan untuk Jawa Tengah, pelamar CPNS mencapai angka 208 ribu orang. Dari total pelamar, yang akan diterima sebanyak 9.338 orang. Demak tercatat sebagai daerah yang tidak membuka lowongan pegawai. Khusus untuk pegawai Pemerintahan Provinsi terdapat 1800 orang pelamar dan yang akan diterima hanya 100 orang.
(nrl/)











































