Jenazah tiba di rumah duka, Desa Jenar, Kecamatan Purwodadi, Rabu (11/12/2013) dini hari. Diangkut dari Jakarta dengan menggunakan kereta api, diturunkan di Stasiun Jenar, dan dibawa ke rumah duka dengan menggunakan ambulans. Saat jenazah tiba di rumah duka, istri Darman, Riza Lastiana (22) pingsan.
Jenazah disemayamkan dan disalatkan para pelayat yang datang bergelombang. Baru pada pukul 09.30 WIB, jenazah diberangkatkan ke TPU desa setempat. Satu ambulans pembawa jenazah berjalan pelan dan diikuti ratusan pelayat. Selain keluarga, tampak sejumlah masinis dan teman-teman sekolah almarhum.
Tak sampai 30 menit, jenazah tiba di TPU. Riza yang didampingi mertuanya, Suroto (60), terus meneteskan air mata. Berkali-kali, ia mengusap matanya yang sembab. Hal yang sama juga tampak di wajah sejumlah kerabat dan teman-teman almarhum.
Darman meninggalkan istri dan seorang anak berusia 2 tahun. Ia lahir dan besar di Tegal, kemudian merantau ke Jakarta dan akhirnya diterima PT KAI dan ditempatkan sebagai masinis KRL Serpong-Tanah Abang.
Selama ini Darman tinggal di Tegal, tempat kelahirannya, bersama istri dan anaknya. Sedangkan orangtua pindah ke Purworejo.
(trw/mad)











































