Alami Trauma Berat, Sopir & Kernet Truk BBM Belum Bisa Diperiksa Polisi

Alami Trauma Berat, Sopir & Kernet Truk BBM Belum Bisa Diperiksa Polisi

Mei Amelia R - detikNews
Selasa, 10 Des 2013 18:01 WIB
Alami Trauma Berat, Sopir & Kernet Truk BBM Belum Bisa Diperiksa Polisi
Jakarta - Chosimin dan Mujiono, sopir dan kernet truk tangki BBM yang terlibat kecelakaan dengan KRL commuter line di perlintasan Pondok Betung, Bintaro, Pesanggarahan, Jakarta Selatan, kemarin, belum bisa dimintai keterangan oleh polisi. Keduanya yang juga terluka akibat kecelakaan itu masih dirawat intensif di Rumah Sakit Pusat Pertamina.

"Sopir dan kernet masih diperiksa di RS Pertamina, mereka mengalami trauma berat sehingga belum bisa dimintai keterangan," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (10/12/2013).

Selain Chosimin dan Mujiono, korban-korban lain yang mengalami luka-luka dalam peristiwa nahas itu, juga belum ada yang bisa dimintai keterangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara ini, polisi telah memeriksa 7 orang saksi di lokasi kejadian. Tujuh saksi ini antara lain penjaga palang pintu, pembantu penjaga palang pintu, dua pemotor yang motornya ikut hangus terbakar, serta warga di sekitar lokasi kejadian.

Pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab kecelakaan tersebut. Namun dipastikan, kecelakaan terjadi karena truk tangki BBM yang disopiri Chosimin melintas di perlintasan pada detik-detik ketika KRL Serpong-Tanah Abang melaju di rel.

"Namun berhentinya (truk tersebut) apakah karena mogok, menerobos perlintasan atau karena macet, ini masih diselidiki," ujar Rikwanto.

Belum dapat dipastikan juga, apakah saat KRL bernomor KA-1135 melintas itu lonceng peringatan di perlintasan berbunyi atau tidak.

(mei/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini