Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, kecelakaan itu disebabkan karena truk tangki BBM milik Pertamina bernopol B 9265 SEH, berhenti di perlintasan kereta.
"Kronologisnya yang jelas ada KRL dari Serpong, melintas, kemudian ada truk berhenti. Berhentinya kenapa juga masih didalami apakah karena mogok, macet atau apa, ini masih didalami," jelas Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (10/12/2013).
Rikwanto mengatakan, pihaknya membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus kecelakaan itu. Selain dari Direktorat Lalu Lintas, Polda Metro Jaya juga melibatkan penyidik reserse dari Direktorat Reserse Kriminal Umum.
Saat ini, polisi telah memeriksa 7 orang saksi dalam peristiwa kecelakaan yang mengakibatkan puluhan orang luka-luka itu. Kepolisian juga menggandeng PT KAI untuk mengusut kecelakaan tersebut.
Dalam upaya pengusutan itu, polisi akan mengkonstruksikan penerapan pasal dalam undang-undang lalu lintas dan angkutan jalan dan juga pasal tindak pidana.
"Saat ini kita belum mengarah kepada tersangka," imbuh Rikwanto.
(mei/jor)











































