Lantunan doa puisi itu diucapkan dengan khidmat oleh budayawan Taufik Ismail dalam acara peletakan batu pertama gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin (09/12).
Sejumlah hadirin di tenda merah itu menengadahkan tangan. Mereka khusyuk berdoa di dekat tanah terbuka tak jauh dari Hotel Royal Kuningan di Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemberantasan korupsi di Tanah Air mencatat sejarah baru. Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan peringatan hari antikorupsi sedunia sengaja dipilih untuk pelaksanaan penancapan tiang pancang selain untuk memperingatinya, juga karena alasan politik.
“Tahun depan adalah tahun politik. KPK punya kepentingan supaya proses (pemilihan pemimpin) tahun depan itu juga baik, jadi kami nanti akan mengintegrasikan gagasan antikorupsi kepada calon presiden dan calon anggota parlemen,” kata Bambang seusai acara.
Gedung baru itu terdiri dari bangunan utama setinggi 16 lantai dan bangunan penunjang berupa rumah tahanan dengan kapasitas 50 orang --40 pria dan 10 tahanan wanita. Pembangunan gedung yang sudah lama dicita-citakan KPK itu terbilang tak mudah. Sebab, sejak 2008 anggota DPR menolak mencairkan anggarannya.
Karena tak kunjung dikabulkan, muncullah gerakan Koin Untuk KPK pada medio 2012. Para pegiat antikorupsi dan masyarakat seakan "menampar" DPR lewat aksi solidaritas mereka mengumpulkan saweran demi gedung baru KPK. Untungnya gerakan itu tak berlarut-larut sebab DPR akhirnya mengabulkan anggaran gedung KPK dengan nilai total Rp 215 miliar.
Atas sejarah itu, bangunan baru yang terletak di Kelurahan Guntur ini dinamakan Gedung Integritas Kebangsaan dan Kepedulian. Bambang bahkan menyatakan pihaknya akan secara khusus membangun prasasti sebagai bentuk terima kasih kepada para penyawer.
“Kami dapat Rp 400 juta dan nanti akan dibentuk satu prasasti untuk memperingati dari merekalah gedung ini dilahirkan sebagian.”
Pada momentum ini, sejumlah hadirin juga menempelkan cap telapak tangan kanan di atas semen yang masih basah sebagai simbol telah ikut mendorong berdirinya penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.
Selain Bambang dan Taufik Ismail, hadir juga antara lain bekas pimpinan KPK Erry Riyana Hardjapamengkas, penasihat KPK Suwarsono, mantan penasihat KPK M. Billah dan Said Zainal Abidin, Sekjen KPK Anis Said Basalamah dan Juru bicara KPK Johan Budi. Tak ketinggalan hadir Direktur Hutama Karya Tri Widjajanto selaku kontraktor proyek.
Gedung baru KPK juga sudah lama dipintakan sejak masih era kepemimpinan Erry Riyana. Sebelum resmi mendapat tanah yang jadi lokasi gedung KPK yang baru, menurut Erry pihaknya pernah beberapa kali ditawari tanah di Tanah Abang, juga di kawasan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
“Sampai akhirnya kami menerima lokasi gedung di sini, saya kira semua kawasan yang ditawarkan semuanya pusat korupsi juga. Jadi saya kira sama saja. Tapi Alhamdullilah dapat yang di sini, dan lebih bersykur lagi lokasinya dekat,” tutur Erry.
(brn/brn)











































