"Saya mau tanya kepada ibu, bagaimana mempersiapkan perangkat dan ESDM menggunakan sistem elektronik? Di Aceh, kami juga terapkan E-Government dan e-kinerja, lalu bagaimana ibu bisa mendeteksi tiap progres? Ini mudah-mudahan bisa kita adopsi," tanya Illiza kepada Risma di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (10/12/2013).
Illiza juga meminta ilmu bagaimana cara menghadapi anggota dewan yang terkadang suka memperlambat pencairan dana. "Ibu lebih beruntung berlatar belakang birokrat, sedangkan kami dari politisi tentu ilmunya terbatas," ucap Illiza sembari menunggu jawaban Risma.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita bukan untuk sombong-sombongan, saya berharap kebijakan itu dilakukan untuk rakyat, saya yakin Tuhan tidak akan tidur. Membangun E-Government itu tidak mahal, cuma Rp 100 juta. Saya yakin semua bisa, asalkan SDM-nya dipersiapkan betul-betul, harus yang berkualitas," jawab Risma.
Terkait pertanyaan menghadapi anggota DPRD, Risma mengatakan, anggota dewan sebaiknya diladeni saja. Selama menjabat Risma merasa tidak pernah 'diperas' oleh anggota dewan untuk mencairkan dana.
"Ladeni saja kalau dewan maunya begitu. Kita tinggal bilang kalau yang kita lakukan bukan untuk saya pribadi, tapi untuk rakyat. Nanti mereka pasti akan mengerti," pungkasnya.
(rvk/vid)










































