5 Jasad Korban Tabrakan KRL di Bintaro Teridentifikasi, Keluarga Menangis

5 Jasad Korban Tabrakan KRL di Bintaro Teridentifikasi, Keluarga Menangis

Andri Haryanto - detikNews
Selasa, 10 Des 2013 13:55 WIB
5 Jasad Korban Tabrakan KRL di Bintaro Teridentifikasi, Keluarga Menangis
Jakarta - 5 Jasad korban tabrakan kereta di Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan, yang berada di RS Polri, teridentifikasi. Keluarga korban menangis.

"Dari 5 korban kita nyatakan terindentifikasi dan ini sudah sesuai dengan standar identifikasi internasional," ujar Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan Polri Brigjen Arthur Tampi dalam jumpa pers di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (10/12/2013).

Jumpa pers dihadiri keluarga korban dan dokter tim DVI. Ruangan jumpa pers pun menjadi penuh sesak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suasana ruangan jumpa pers mendadak haru saat Arthur mengumumkan satu per satu nama jasad yang berhasil diidentifikasi.

Suroto, ayah Darman Prasetyo, masinis kereta, dan ayah Alrisha Maghfira (16), tidak kuat menahan tangis mendengar nama anaknya dipanggil. Air mata mereka tumpah sejadi-jadinya.

Menurut Arthur, identifikasi jasad korban yang hangus tersebut berdasarkan informasi medis dan properti. Pihak keluarga juga tidak lagi yang ragu akan identifikasi tersebut.

"Tidak ada lagi keraguan dari keluarga. Dan sudah kita nyatakan teridentifikasi," imbuhnya.

Berikut 5 jasad yang berhasil diidentifikasi:

1. Darman Prasetyo, masinis
2. Elizabeth Kesauliya atau Rosa
3. Alrisha Maghfira
4. Sofyan Hadi, teknisi
5. Agus Suroto, asisten masinis

"Untuk Alrisha, ciri yang khusus adalah giginya. Di ujung giginya ada semacam mentulan. Dan kita nyatakan dapat kita identifikasi sebagai Alrisha," kata Arthur.

Dalam jumpa pers itu diperlihatkan beberapa jasad dan beberapa bagian tubuh yang terpisah korban yang terpisah seperti kaki. Jasad korban diserahkan kepada keluarga.

Arthur memastikan proses pemulangan jenazah tidak dipungut biaya apapun. "Tidak ada biaya untuk kegiatan ini. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan situasi. Tidak ada biaya untuk pemulasaran," ucapnya.

(nwy/trw)


Berita Terkait