Perampok Modus Kempes Ban Dibekuk di Tangerang, Beroperasi dengan Tim

Perampok Modus Kempes Ban Dibekuk di Tangerang, Beroperasi dengan Tim

Gagah Wijoseno - detikNews
Selasa, 10 Des 2013 13:51 WIB
Jakarta - Komplotan perampok dengan modus pecah ban di Tangerang, dibekuk polisi. Mereka bekerja dalam satu tim mengakali para korbannya. Ada yang menjadi pemotor yang memberi tahu ban kempes, ada yang menjadi tukang bengkel, dan ada yang menjadi pemotor yang mencuri uang di mobil.

Seperti disampaikan di Divisi Humas Polri, Selasa (10/12/2013), 5 pelaku anggota modus kempes ban dibekuk. Para tersangka yang ditangkap diantaranya Anton Wijaya, Oyes Saputra, Indra Purnama, Dedi Irawan dan Sarkoni.

Mereka diduga terlibat dalam sejumlah perampokan antara lain pelaku pencurian uang KPU Kota Tangerang sebesar Rp 500 juta pada 4 September dan mencuri uang milik korban Edy Purwanto sebesar Rp 30 juta yang baru diambil di bank pada 30 Oktober 2013 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kejadiannya sekira pukul 11.30 WIB. Ketika itu korban tengah mengendarai Kijang Innova B-962-MO melintasi Jalan Garuda. Lalu tersangka memberitahukan korban kalau ban mobilnya kempes. Korban lalu mengganti ban dibantu dua orang bengkel. Saat itu lah, tersangka lain yang mengendarai sepeda motor langsung membuka pintu mobil korban dan membawa kabur uang tersebut," kata Kapolsek Batuceper Kompol Krismi Widodo dikutip dalam siaran pers itu.

Para tersangka diringkus Buser Polsek Benda. Tetapi karena lokasi perampokan di wilayah Batuceper, sehingga penanganannya diserahkan ke Polsek Batuceper. Berdasarkan pengakuan tersangka, pertama kali mereka melakukan kempes ban di wilayah Kalideres.

Kelima tersangka dan barang bukti dua sepeda motor yakni Suzuki Satria FU nopol B-3140-KEV dan Honda Beat F-6559-NV, diserahkan ke Polres Metro Tangerang untuk pengembangan.

Sementara itu menurut Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Sutarmo mengatakan, para tersangka ini memang melakukan modus yang sama dengan pelaku pencuri uang KPU sebesar Rp500 juta, yang terjadi 4 September lalu. Namun, pengakuan tersangka belum mengarah kesana.

"Modusnya memang mirip, kempes ban dan pelaku menggunakan sepeda motor. Namun, pengakuan tersangka belum mengarah kesana. Untuk itu kita masih melakukan pengembangan, kemungkinan ada tersangka lain," urai Sutarmo.

(gah/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini