SBY Minta Industri Pertahanan Tingkatkan Produksi

SBY Minta Industri Pertahanan Tingkatkan Produksi

- detikNews
Rabu, 24 Nov 2004 13:58 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kepada kalangan industri pertahanan di dalam negeri untuk meningkatkan produksinya. Caranya dengan melakukan penelitian, pengembangan dan inovasi. "Kita ingin memiliki kemandirian tertentu terhadap teknologi yang kita kuasai. Kerja sama militer dengan luar negeri diperlukan. Tapi kita ingin dengan kerja sama itu kelak bisa mengambil alih teknologi," ujar SBY.Hal itu disampaikan SBY dalam sambutannya saat membuka Pemeran Indo Defence 2004 Expo and Forum di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (24/11/2004).Untuk itu, lanjut SBY, dirinya juga meminta Dephan, TNI dan Polri sebagai strategic dan policy bekerja sama dengan akademisi, peneliti, pusat pengkajian dan dunia usaha. "Dengan tiga pilar ini diharapkan masa yang akan datang persenjataan kita akan meningkat secara nyata," katanya. SBY juga mengungkapkan keinginannya untuk membangun kawasan yang damai sehingga tercipta konsep stabilitas keamanan ASEAN. Sebelumnya, hal itu telah dibahas di Bali beberapa waktu lalu. "Kita harapkan nanti akan dibahas kembali dalam pertemuan tingkat tinggi para pemimpin ASEAN di Laos 28 November-1 Desember 2004," lanjutnya. Sejumlah pejabat negara hadir dalam acara pembukaan itu. Mereka diantaranya adalah Menhan Juwono Sudarsono, Menkopolhukam Widodo AS, Menko Kesra Alwi Shihab, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan KSAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu. Selain itu, juga dihadiri atase pertahanan dan sejumlah dubes negara sahabat. Pemeran yang menampilkan produk pertahanan itu akan berlangsung 24-27 November 2004. Sejumlah perlengkapan teknologi baru seperti panser, radar, senjata api, berbagai macam peluru, helikopter dan berbagai alat pertahanan lainnya menghiasi ruang pameran. Menurut Menhan Juwono Sudarsono, pemeran itu merupakan pameran internasional pertama di bidang pertahanan yang terbesar di Indonesia dengan 250 peserta dari 28 negara. Bahkan 9 negara diantaranya mendirikan paviliun. Kesembilan negara itu diantaranya Korsel, Jerman, Belanda, Prancis dan Kanada. Sejumlah industri dalam negeri diantaranya PT Pindad, PT PAL, PT DI juga ikut berpartisipasi. (rif/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads