"Dengan adanya sistem E-goverment, E-Planning, dan E-Budgeter, kami bisa menghemat tiap tahunnya Rp 600 miliar sampai Rp 800 miliar," ucap Risma disambut tepuk tangan peserta diskusi di Pekan Anti Korupsi, Istora Senayan, Jakarta, Selasa (10/12/2013).
Risma menceritakan, pihaknya membuat sistem online agar Pemkot Surabaya tidak keteteran mengatur keuangan dan proyek-proyeknya. "Bahkan harga gunting pun ada harganya, kalau tidak sesuai tidak keluar dananya," tutur Risma.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga mengingatkan kepada seluruh perwakilan pemda di Indonesia kalau membangun sistem online terpadu tidak butuh biaya mahal. "Saya bangun cuma Rp 100 juta, Rp 50 juta untuk orang-orang, Rp 50 juta untuk bangun sistem," terangnya.
Di akhir acara, Risma baru sadar kalau dia ditonton oleh Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas. "Maaf Pak, saya jarang baca koran, jadi baru tahu ini bapak Busyro," ucapnya.
(rvk/vid)











































