Peran Rois dkk Dalam Bom Kedubes Australia
Rabu, 24 Nov 2004 13:38 WIB
Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Da'i Bachtiar menjelaskan peran dari empat orang yang diduga pelaku peledakan bom Kedubes Australia. Pada (5/11) Rois, Hasan, Apuy dan Anshori alias Sogir alias Abdul Fatah yang diduga sebagai pelaku bom Kuningan ditangkap.Hal ini disampaikan Da'i dalam jumpa pers di Mabes Polri Jl. Trunojoyo Jakarta Selatan, Rabu (23/11/2004) siang. Da'i menjelaskan peran dua buron utama Polri yang hingga kini belum juga tertangkap. "Noordin M Top merencanakan, mengkoordinir, membiayai, dan menyiapkan TNT dan detonator. Ia juga menentukan sasaran dari peledakan," ujarnya."Sedangkan Dr Azahari membantu perencanaan, membuat mobil bom, mengendarai mobil boks untuk kemudian menyerahkannya ke Heri Golun pelaku bom bunuh diri," jelas Da'i.Lebih lanjut lagi, Da'i menyebutkan, Rois yang ditangkap (5/11) lalu bersama tiga rekannya berperan merekrut beberapa orang. "Rois perannya merekrut Heri Golun, Syaiful Bachri, kemudian melatih mereka dengan cara militer," tuturnya."Rois juga membantu perencaan, menyiapkan tempat persembunyian bagi Noordin M Top dan Dr Azahari, menyiapkan rumah untuk perakitan bom, membeli mobil boks dan peralatan untuk bom, juga menyiapkan tempat pelarian pasca peledakan," ungkap Da'i.Da'i menjelaskan, Hasan yang ditangkap bersama Rois juga ikut menyembunyikan Noordin dan Dr Azahari. "Peran Hasan menyembunyikan Noordin M Top dan Dr Azahari sejak Mei 2004 di Blitar Jawa Timur, menyiapkan rumah untuk melatih pembuatan bom yang diikuti oleh Anshori, juga membantu perakitan bom bersama Dr Dr Azahari dan Heri Golun untuk melakukan eksekusi peledakan bom di Kuningan. Setelah bom meledak, ia membonceng Dr Azahari naik sepeda motor ke arah Cikampek," paparnya.Dua orang lainnya, Anshori dan Apuy, menurut Da'i juga ikut merakit bom."Anshori mengikuti pelatihan perakitan bom di rumah Hasan di Blitar, ikut Dr Azahari sejak Juni 2004 membantu perakitan bom mobil di Cikande, Serang. Sedangkan Apuy yang direkrut oleh Rois ikut pelatihan ala militer di Pelabuhan Ratu, dan membantu mencarikan rumah kontrakan tempat persembunyian di Cikande Serang, Cicurug dan Leuwiliang juga membantu merakit bom," Da'i berujar.Dalam jumpa pers, Da'i juga memerlihatkan barang-barnag bukti berupa rangkaian bom, dan bom pinggang.
(dit/)











































