Deplu: WNI yang Ditangkap di AS 23 Orang, Bukan 26

Deplu: WNI yang Ditangkap di AS 23 Orang, Bukan 26

- detikNews
Rabu, 24 Nov 2004 13:28 WIB
Jakarta - Deplu meluruskan jumlah WNI yang ditangkap di AS 23 orang, bukan 26 orang. Seorang di antaranya dituduh sebagai otak pemalsuan dokumen.Sebelumnya Washington Times menyebutkan 26 WNI ditangkap di AS karena pemalsuan dokumen. Namun Deplu menegaskan jumlahnya 23 WNI, 3 orang lainnya berkebangsaan AS."Dari 23 orang tersebut, yang dituduh sebagai otak pemalsuan dokumen bernama Goh Suryadarma. Sebelas di antaranya dapat bebas dengan memakai uang jaminan. Mereka belum disidang, masih dalam tahap law enforcement."Demikian penjelasan Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Deplu Ferry Adamhar saat ditemui detikcom di Kantor Deplu jalan Pejambon Jakarta Pusat, Rabu (24/11/2004)."Kita sudah meminta perwakilan kita di Washington untuk meminta jaminan hak-hak mereka meskipun mereka terjerat melawan hukum," ujarnya.Ditanya mengenai kronologi kejadian dan identitas 23 WNI yang ditangkap di AS, Ferry mengaku belum dapat memberikan keterangan. "Mungkin besok sore kita dapat informasi dari perwakilan di Washington," katanya.Deplu akan memberikan perlidungan hukum kepada mereka? "Kita akan mengurusnya. Tapi rata-rata, mereka merupakan orang yang cukup mengerti keadaan hukum di AS. Rata-rata dari mereka merupakan orang-orang yang cukup lama di AS meski tidak sampai puluhan tahun," ucap Ferry.Washington Times memberitakan 26 WNI ditangkap aparat AS dalam investigasi nasional seputar pengeluaran kartu hijau, paspor, SIM, kartu Jaminan Sosial dan kartu identifikasi lain bagi ribuan imigran Indonesia yang sekarang tinggal secara ilegal di AS.Jaksa AS Paul J McNulty mengatakan, tuduhan yang dijatuhkan kepada 26 WNI tersebut merupakan hasil investigasi selama 2 tahun terhadap semua praktek-praktek ilegal broker imigrasi dan konsultan Indonesia yang beroperasi di Northern Virginia and Maryland.Mereka berasal dari Masyarakat Amerika Cina Indonesia di Fairfax Station, Dinas Penempatan Amerika Asia di Springfield, Kumala Nusantara di Burke, dan Dinas Komunitas Pribumi Cina Indonesia di Manassas. (sss/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads