Ini Komunikasi Terakhir Darman Masinis KRL dan Ortu Sebelum Kecelakaan

KRL Vs Truk BBM

Ini Komunikasi Terakhir Darman Masinis KRL dan Ortu Sebelum Kecelakaan

Tri Joko Purnomo - detikNews
Selasa, 10 Des 2013 10:17 WIB
Ini Komunikasi Terakhir Darman Masinis KRL dan Ortu Sebelum Kecelakaan
Foto: Tri Joko Purnomo/detikcom
Purworejo - Meninggalnya Sudarman Prasetyo (25), masinis KRL Serpong-Tanah Abang yang menabrak truk BBM di perlintasan Betung Bintaro, menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Anak ketiga dari 4 bersaudara itu kerap menelepon orangtua. Terakhir kontak sepekan sebelum kejadian.

Suroto (60), ayah Darman, menceritakan anaknya menelepon, Senin (3/12) lalu. Ia bilang berada di Jakarta. Seperti biasa, ia menanyakan kabar keluarga.

"Dia (Darman) sering telepon. Tanya kabare piye Pak? (Bagaimana kabarnya Pak?) Sehat kabeh? (Sehat semua?)," kata Suroto di rumah duka, Kampung Jenar Wetan, Desa Jenar Wetan, Kecamatan Purwodadi, Purworejo, Selasa (10/12/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria berputra 4 ini tidak menyangka itu adalah komunikasi terakhirnya dengan sang anak. Senin (9/12) siang, ia melihat berita di televisi. Awalnya, dia tidak berpikir anaknya yang menjadi masinis KRL tersebut. Baru setelah nama buah hatinya itu disebut-sebut, keluarga shock.

"Kami bertemu terakhir 26 Oktober di tempat keluarga di Bekasi," kata Suroto.

Darman meninggalkan seorang istri dan anak yang berusia 2 tahun. Sejak kecil dan besar, ia tinggal di Tegal. Ketika orangtuanya pindah ke Purworejo, ia dan keluarga tetap berada di kota kelahirannya.

Saat ini, Suroto dan istrinya, Suratmi (56) menunggu kedatangan jenazah anaknya. Keduanya mengikhlaskan kepergian sang anak dan berharap mengantarnya ke peristirahatan terakhir.

(trw/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini