Keluarga mengetahui kecelakaan KRL vs truk BBM di perlintasan Pondok Betung, Bintaro, Senin (9/12) kemarin dari televisi. Saat itu, baik Suroto maupun Suratmi tidak menyangka buah hatinya yang menjadi masinis KRL. Ketika nama anaknya disebut-sebut, keduanya shock.
"Sama sekali tidak menyangka Tapi mungkin itu kehendak-Nya. Kami harus ikhlaskan," kata Suratmi di rumah duka, Kampung Jenar Wetan, Desa Jenar Wetan, Kecamatan Purwodadi, Purworejo, Senin (10/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suratmi menambahkan dua hari lalu, suaminya bermimpi aneh. Ia tidak tahu apakah itu pertanda atau hanya kebetulan.
"Mimpi celana terbakar," kata Suratmi dengan wajah sedih.
Di mata keluarga Darman yang lahir dan besar di Tegal memiliki kepribadian yang ramah dan sopan. Ia lulus SMK pada tahun 2008, merantau ke Jakarta. Di ibukota, ia mendaftar saat PT KAI membuka lowongan dan diterima menjadi masinis KRL rute Serpong-Tanah Abang.
Keluarga hanya bisa pasrah. Mereka menunggu jenazah, berharap bisa mengantar almarhum ke peristirahatan terakhir.
(rmd/rmd)











































