Sejak Lama, Banyak Kendaraan Nekat Terobos Perlintasan Pondok Betung

Sejak Lama, Banyak Kendaraan Nekat Terobos Perlintasan Pondok Betung

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Selasa, 10 Des 2013 08:23 WIB
Sejak Lama, Banyak Kendaraan Nekat Terobos Perlintasan Pondok Betung
Suasana terbaru di pelintasan Pondok Betung (detikcom/Edo)
Jakarta - Perlintasan kereta api Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan memang kerap diterobos para pengguna jalan, terutama kendaraan roda dua. Akibatnya, keberadaan palang pintu di perlintasan ini sama sekali tidak ada gunanya.

Warga setempat, Laksmi Joharos (20) menuturkan bahwa setiap harinya perlintasan kereta api ini memang ramai dilalui kendaraan. Meskipun ada palang pembatas yang berfungsi sebagai pengaman, para pengguna jalan tetap nekat menerobos.

"Di perlintasan Bintaro ini rawan kecelakaan. Sering macet," ucap Laksmi yang juga akrab disapa Amoy ini, kepada detikcom di sekitar lokasi kejadian, Selasa (10/12/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pengendara motor banyak yang suka nerobos," imbuhnya.

Amoy mengaku dirinya sejak kecil tinggal di kawasan ini, atau tepatnya di RT 9 RW 9. Pintu palang pembatas yang ada pada perlintasan tersebut terkadang suka lambat menutup, sehingga banyak pengguna jalan yang memanfaatkan hal untuk menerobos.

Lebih parah lagi, tak jarang kendaraan roda empat juga ikut menerobos karena kondisi jalanan yang cenderung macet. Bahkan ada sejumlah orang, yang disebut Amoy sebagai tukang parkir, yang kerap memaksa pengguna jalan untuk menerobos karena kondisi jalanan yang macet.

"Terkadang malah kadang tukang parkir kalau perlintasan sudah bunyi alarm-nya, malah disuruh lewat, disuruh buru-buru lewat. Karena posisi jalanan macet," terang Amoy.

Secara terpisah, seorang warga lainnya menuturkan kisah mistis yang menyelimuti pintu perlintasan kereta api tersebut. Sedikit di luar akal sehar, menurut Joko Laksono (40) yang warga asli Bintaro, kecelakaan kerap terjadi di perlintasan tersebut setiap hari Senin atau saat tanggal ganjil.

"Sini mah sering makan korban. Tahun ini korbannya yang paling banyak kecelakaan KRL dan mobil Pertamina. Setiap tahun selalu makan korban," tuturnya saat ditemui di dekat lokasi kejadian.

Joko menyebutkan, terakhir kali ada kecelakaan melibat mobil Honda Jazz di perlintasan tersebut dan berakibat ada korban meninggal. Tahun lalu, lanjutnya, ada sebuah metromini yang terguling di perlintasan tersebut.

"Setiap hari Senin dan selalu tanggal ganjil," tandasnya.

(nvc/rmd)


Berita Terkait