Dipakai Tes CPNS, Banyak Sekolah di Yogya Libur
Rabu, 24 Nov 2004 10:05 WIB
Yogyakarta - Bayangkan jika 4,5 juta orang tes bareng untuk rebutan kursi CPNS, tentu saja butuh banyak ruangan. Sekolah-sekolah pun terpaksa dipakai jadi ruang tes. Buntutnya, banyak sekolah di Provinsi Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta yang libur, Rabu (24/11/2004).Untuk tes CPNS di lingkungan Pemda Kabupaten Sleman, diikuti oleh 8.800 orang, yang diterima hanya 276 orang untuk tenaga pendidikan, kesehatan, dan bidang strategis lainnya.Tempat tes tersebar sedikitnya di 20 sekolah di sekitar Kota Sleman. Antara lain SMAN I, SMPN I, SMA Santo Agustinus. Tes dimulai pukul 07.00 dan selesai 11.50 WIB. Meski telah ada pengumuman bahwa sekolah libur hari ini, masih ada siswa yang masuk sekolah. Tapi mereka hanya membaca buku di ruang perpustakaan.Untuk tes CPNS di Kota Yogya, diikuti 3.471 untuk mengisi formasi 100-an tenaga. Tes antara lain bertempat SMKN I Jetis, Jl.AM Sangaji dan SMKN III Jetis Jl. Walter Monginsidi. Juga dipakai SMPN 6, SD Srayu, SMAN III, dan SDN Ungaran. Ada beberapa peserta yang juga tidak hadir. Misalnya di SMPN 6 ada 3 orang. Di SMKN I sekitar 5 orang.Tes CPNS untuk posisi di lingkungan Kabupaten Bantul diikuti 7.020 orang. Mereka yang diterima rinciannya, tenaga pendidikan 210 orang, kesehatan 63 dan bidang strategis/sosial ekonomi 70-an dan tersebar di 23 lokasi di Kota Bantul.Tes yang diujikan adalah tes pengetahuan umum, tes bakat skolastik dan tes substansi. Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Yogyakarta, Kuspriyo Murdono, saat meninjau SMKN I Jetis menyatakan, tes hari ini aman-aman saja dan berjalan lancar."Kalau pun ada yang terlambat, masih dalam batas wajar, sekitar 10-15-an menit. Dan mungkin orang yang terlamat tersebut kesulitan mencari ruangan," katanya.Menurut pantauan detikcom, jarang ada peserta yang telat, apalagi karena kemacetan seperti halnya di Jakarta. Di SMA Medari, ada peserta yang telat, tapi karena ban motornya bocor.Di setiap ruangan tes, semua peserta menaruh tas dan hanpdhone yang telah dimatikan ke bagian depan ruang tes. Yang ada di atas meja hanyalah pensil 2B, karet penghapus dan materi ujian. Panitia juga cukup ketat. Mereka mencocokkan kartu identitas ujian yang dibawa peserta dengan yang tertempel di meja dan data yang dimiliki panitia.
(nrl/)











































