"Harapan saya, acara ini ditingkatkan. Lebih sering diadakan, minimal 2 tahun, diperluas," ujar I Gusti Ngurah Agung kepada detikcom di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (8/12/2013).
Ia mengatakan acara ini bisa juga diselenggarakan di daerah selain Jakarta. Tentu saja dengan menyesuaikan kemampuan daerah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, acara ini menjadi cara yang baik untuk mempersatukan komunitas adat yang ada di seluruh Indonesia.
"Bhinneka Tunggal Ika di Indonesia bisa diwujudkan dengan momen seperti ini. Ini merupakan pencitraan positif bangsa Indonesia di mata dunia," tuturnya.
Penglingsir Puri kemudian menjelaskan tentang perannya di masyarakat Bali. Setelah proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945, delapan kerajaan di Bali telah melebur ke dalam NKRI dan berubah sebutan menjadi Penglingsir Puri.
Namun peran sertanya hingga kini masih bertahan sebagai pihak yang memberi masukan dan pertimbangan kepada pemerintahan. Terutama dalam hal adat yang memang masih dipertahankan hingga sekarang.
"Delapan kerajaan, sekarang menjadi delapan kabupaten di Bali," ujarnya.
"Kami sudah tidak punya kekuasaan, hanya berkecimpung di masalah adat budaya," imbuhnya.
(/tor)










































