Perempuan yang akrab disapa Nek Maneh ini hanya bisa pasrah dan menahan rasa sakit karena tidak ada biaya untuk berobat. Nek Maneh kini menghabiskan hari-harinya sebatang kara. Ia sudah lama berpisah dengan suami, sementara anak laki-laki semata wayangnya meninggal dunia lima tahun silam.
"Saya tidak punya uang untuk berobat. Kadang untuk makan saja saya tidak punya uang," kata Nek Maneh, Minggu (8/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Uang hasil penjualan pinang ini hanya cukup untuk makan saja," ucap perempuan berjilbab ini sambil mengusap air mata.
Sebelum penyakit yang dideritanya bertambah parah, ia masih sanggup bekerja di sawah orang. Tapi kini ia hanya bisa pasrah dan berdoa agar ada dermawan yang membantunya.
"Saya butuh bantuan untuk mengobati penyakit ini," harapnya.
Kepala Desa Lampise, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Azhar Daud, mengatakan, kondisi kesehatan Nek Maneh kian memprihatinkan. Ia hanya bisa menahan sakit akibat tidak sanggup berobat ke rumah sakit.
"Sejak dia sakit hingga kini, belum ada perhatian dari pemerintah dan dinas terkait," ungkap Azhar.
(trw/trw)










































