Perkenalan pemuda 16 tahun tersebut dan ayah korban berawal dari tahun 2009. Kala itu, ayah korban merasa kasihan terhadap nasib RA yang hidup terlunta-lunta sebagai pengamen jalanan.
"Pada tahun 2009, ayah si korban melihat pelaku ini mengamen di Kramat Jati. Karena kasihan dan iba, ayah korban
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polres Jaktim, Kompol Sri Bhayangkari, kepada wartawan, Sabtu (7/12/2013).
Namun setelah berkali-kali didesak, RA akhirnya bersedia tinggal bersama ayah si korban. Sayang, kebaikan hati tersebut malah dibalas dengan mencoba melakukan pemerkosaan terhadap bocah SD yang merupakan anak temannya, dengan alasan tak dapat menahan nafsunya.
RA diketahui berasal dari Jawa Timur. Dia putus sekolah sejak kelas 3 SD, lalu kabur ke Jakarta. Setelah nekat mengadu nasib ke Ibukota tanpa keterampilan apa pun, RA akhirnya bekerja sebagai pengamen di
daerah Kramat Jati.
"Dari pengakuannya, baru kali ini dia berusaha melakukan perbuatan tersebut kepada korban, tapi keterangan pelaku
akan terus kita gali lebih dalam," pungkas Sri.
(rii/mad)










































