Roti Unyil dan Rutinitas Bu Pur Sambangi Kemenpora

Roti Unyil dan Rutinitas Bu Pur Sambangi Kemenpora

- detikNews
Sabtu, 07 Des 2013 08:52 WIB
Roti Unyil dan Rutinitas Bu Pur Sambangi Kemenpora
Jakarta - Slyvia Soleha atau lebih dikenal dengan nama Bu Pur tengah jadi pembicaraan karena disebut di dalam persidangan kasus Hambalang. Bahkan Bu Pur ini disebut sering datang ke Kemenpora. Dia tidak datang dengan tangan kosong.

Sekretaris pribadi Andi Mallarangeng, Iim Rohimah menyatakan Ibu Pur, biasa berkunjung ke Kemenpora. Dia datang membawa bingkisan.
Β 
"Dia datang ke Kemenpora ketika awal-awal jadi menteri. Bu Pur datang biasa foto-foto bawa roti unyil," ujar Iim Rohimah di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (6/12/2013) malam.

Namun Iim mengaku tidak mengetahui apa maksud kedatangan Ibu Pur itu. Bahkan sepengetahuannya, Bu Pur datang semata-mata tidak lain karena kekaguman pada Andi Mallarangeng yang kala itu menjadi Menpora.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang saya tahu, Bu Pur penggemarnya Pak AM. Dia banyak disukai orang-orang, termasuk Bu Pur," tutur Iim.

Kesaksian Iim itu, mengenai sosok Bu Pur yang pergi ke Kemenpora ini, setidaknya mengkonfirmasi informasi di persidangan sebelumnya. Mindo Rosalina Manulang, mantan manajer marketing Grup Permai menyatakan bahwa sosok Bu Pur sudah mengunci proyek pengadaan peralatan olahraga di Hambalang.

Untuk diketahui, dari proyek Hambalang dengan total nilai Rp 2,5 triliun terbagi menjadi dua, yakni pembangunan fisik gedung senilai Rp 1,2 triliun dan pengadaan peralatan olahraga di dalamnya dengan nilai Rp 1,3 triliun.

Grup Permai, konsorsium perusahaan milik Nazaruddin, awalnya menempel Adhi Karya untuk pembangunan fisik gedung Hambalang. Belakangan diketahui, Adhi Karya 'bermain serong' dengan kubu Anas, sehingga meninggalkan Grup Permai.

Mengetahui hal tersebut Nazaruddin marah-marah. "Pak Nazar meminta saya untuk meminta kepada Pak Wafid, uang Rp 10 miliar yang sudah dikeluarkan," ujar Rosa dalam kesaksiannya.

Di tengah perjalanan, Rosa mendapat hambatan untuk meminta uang Rp 10 miliar itu. Nazar lantas menyarankan agar uang Rp 10 miliar tak perlu ditarik dari Wafid, namun dengan satu syarat.

"Pak Nazar meminta agar Pak Wafid bisa membantu kami mendapatkan proyek yang pengadaan peralatan itu. Karena yang fisik bangunan kan sudah lepas," ujar Rosa.

Namun ternyata, proyek pengadaan peralatan olahraga itu pun sudah diijon pihak lain. "Kata Pak Wafid, maaf Ros, yang peralatan itu, Bu Pur sudah ke sini," ujar Rosa.

Rosa juga sudah mengetahui mengenai siapa sosok Bu Pur. "Bu Pur kepala rumah tangga Cikeas. Dia juga pengen proyek peralatan ini," kata Rosa yang sampai saat ini masih dilindungi LPSK ini. Pihak istana membantah ada Kepala Rumah Tangga Cikeas bernama Bu Pur atau Sylvia Soleha.

(/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads