"Harusnya sudah terbang pukul 18.30 WIB tadi," kata salah satu penumpang bernama M Saefulloh kepada detikcom, Jumat (6/12/2013).
JT 243 dijadwalkan berangkat dari Bandara Raden Inten, Bandar Lampung, pada pukul 18.30 WIB. Tujuan pesawat ini adalah Bandara Soekarno-Hatta dengan lama penerbangan sekitar 30 menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah tiga jam kita menunggu. Pas pengumuman terakhir, semua penumpang penerbangan itu langsung sorak menyindir. Ada yang bilang 'hidup Lion!', ada juga yang teriak 'hore!'," ujar Saefulloh.
Sementara itu penumpang lainnya bernama Dewi juga mengeluhkan pelayanan yang diterimanya. Petugas pun hanya memberikan kompensasi berupa nasi kotak.
"Untuk kompensasi cuma dikasih nasi kotak. Saya lelah menunggu dan banyak waktu saya terbuang, akhirnya saya nggak bisa shalat karena menunggu keterangan dari petugas. Tapi tak ada satu pun petugas yang memberitahu alasan keterlambatannya," ujar Dewi.
Saefulloh dan Dewi kemudian menaiki pesawat bersama puluhan penumpang lainnya pada pukul 21.40 WIB. Sorakan puluhan penumpang di ruang tunggu itu adalah bentuk kekesalan sebagian besar penumpang yang tak mendapatkan kejelasan informasi terkait penundaan.
"Harusnya kasih tahu kami kenapa bisa delay, apakah karena cuaca buruk atau ada masalah teknis? Bukan cuma ngomong ditunda saja tanpa alasan," tutup Dewi yang kemudian mematikan ponselnya sesaat memasuki pesawat.
(vid/)










































