"Orangnya jarang keluar, tertutup juga. Kalaupun keluar jarang menyapa juga. Kurang tahu juga sih bagaimana orangnya karena tertutup itu," kata Syam kepada detikcom, Jumat (6/12/2013).
Menurutnya, Heny menghuni kamar kos nomor 16. Selama tinggal di sana, Heny terlihat jarang membawa teman ke kamarnya. "Paling seminggu sekali keluarganya datang menjemput. Kalau sendirian dia pergi dan pulang naik taksi," paparnya.
Kos-kosan mewah dengan jumlah kamar sebanyak 15 unit tersebut berada di lingkungan komplek perumahan mewah. Lingkungan kompleks yang sunyi serta kurangnya interaksi antara penghuni kos-kosan membuat peristiwa pembunuhan yang terjadi pada 30 Oktober lalu tak pernah diketahui.
"Saya dengar dari berita dia dibunuh di kamarnya. Tapi penghuni kos lain bahkan saya tidak tahu hingga kabarnya diberitakan di media. Kita tahunya itu Ibu Heny saat melihat sketsa wajahnya," kata Syam.
Heny dan pelaku Suherman (31) diketahui memiliki hubungan spesial sejak 3 tahun terakhir. Hermawan yang berprofesi sebagai pemijat mulai dekat dengan Heny sejak wanita 73 tahun tersebut menggunakan jasanya di tempat pijat refleksi 'Sanctum' di Plasa Senayan, Jakarta Selatan, sejak 2010 silam.
(rii/rmd)











































