Ahok: Lurah dan Camat Dijadikan ATM Makanya Korupsi

Ahok: Lurah dan Camat Dijadikan ATM Makanya Korupsi

Mulya Nur Bilkis - detikNews
Jumat, 06 Des 2013 18:37 WIB
Ahok: Lurah dan Camat Dijadikan ATM Makanya Korupsi
Ahok (Bilkis/ detikcom)
Jakarta - Wakil Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama mewacanakan adanya pemberian amnesti pada lurah camat yang terkena kasus korupsi. Menurutnya, korupsi yang dilakukan tersebut karena sistem yang sudah terbentuk dan para lurah camat ini hanya dijadikan mesin ATM penguasa.

"Semua pejabat kalau diminta buktikan harta kekayaannya dari mana hampir semua nggak bisa buktikan kalau dihubungkan dengan pajak. Maka semua yang mimpin ini dijadikan ATM. Yang berkuasa nggak diperiksa, yang tidak berkuasa diperiksa, ini mau sampai kapan selesainya?," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (6/12/2013).

Ia menegaskan usulannya ini tidak berarti sebuah dukungan pada para koruptor politisi Gerindra ini pun tidak menutup perdebatan atas usulan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nelson Mandela melakukan dengan baik. 'Tetap dihukum disidang yang buat salah dulu. Tapi kan konstitusi kita mengatur ada hak amnesti dari seorang presiden. Kenapa yang narkoba merusak bangsa kita, anda kasih amnesti? Kenapa yang korup berjamaah di Indonesia tidak mau diselesaikan. Misal lu kalau nggak mau ke depan, gue sikat, lu . Jadi yang korup nggak mau jadi pejabat lagi," terangnya.

Ahok mengatakan korupsi di Indonesia terjadi karena sistem pemerintahan memberi ruang pada hal tersebut. Para lurah dan camat dijadikan ATM oleh segelintir penguasa dan akhirnya harus menyelewengkan dana APBD yang menjadi domain mereka. Sayangnya, tak banyak orang yang mau berbicara lantang atas penyimpangan ini.

"Mereka terjebak sistem kan sekarang. Sistem yang ada di Indonesia seperti itu. Siapa yang berani ngomong? Orang nggak berani ngomong dong. Kita harus berani tegas," pungkasnya.

(mnb/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini