"Dasarnya apa? Kalau kita lihat sekarang ini malah kekerasan sekolah di mana-mana, ada tindak asusila juga banyak. Kalau pemerintah percaya dengan (rilis PISA) ini berarti kontradiktif dong," ujar pegiat Koalisi Pendidikan, Jimmy F Paat, saat jumpa pers di Kantor ICW, Jl Kalibata Timur IV/D, Jakarta Selatan, Jumat (6/11/2013).
Jimmy menganggap indeks kebahagiaan siswa belum tentu menghasilkan pemikiran kritis siswa. Sebaliknya pendidikan yang emansipatoris seperti konsepsi Ki Hajar Dewantara belum diterapkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut akademisi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini, pemerintah seharusnya membuat sistem penilaian sendiri. Jika berpatokan pada survei PISA maka hasilnya adalah sistem pendidikan yang statis.
"Banyak hal lain yang perlu dinilai selain matematika, literasi, dan sains saja. Ada indeks kekerasan, misalnya, indeks korupsi, misalnya. Ini belum ada di PISA. Oleh karenanya seharusnya kita buat assesmen (penilaian) sendiri," pungkasnya.
(nwk/nrl)










































