Dari rekapitulasi akhir yang diselesaikan hari ini, mantan Presiden PKS Hidayat Nur Wahid memperoleh dukungan sebanyak 5.448 suara. Sedangkan Anis Matta, Presiden PKS saat ini, menempati posisi kedua dengan memperoleh 4.750 suara.
Posisi ketiga ditempati Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dengan meraih suara 4.547. Selanjutnya, Menkominfo Tifatul Sembiring menempati posisi keempat dan posisi kelima pilihan kader PKS yakni mantan Presiden PKS Nur Mahmudi Ismail dengan perolehan 2.748 suara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemira Capres RI kader PKS merupakan agenda nasional PKS yang digelar serentak di seluruh PKS se Indonesia akhir November lalu. Pemira di Jatim diikuti sekitar 6.000 pemilih dari 38 DPD PKS kabupaten dan kota.
Jumlah partisipasi pemilih dari kader PKS ini sekitar 99 persen. Setiap pemilih diminta untuk memilih 5 nama dari 22 capres kader PKS.
Lulusan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (Unair) ini mengatakan kelima tokoh yang meraih dukungan teratas ini memang sudah melekat di benak kader PKS di Jatim.
"Kang Aher yang prestasinya sebagai Gubernur Jawa Barat sudah diketahui luas. Sedangkan empat kadindat lainnya adalah presiden dan mantan Presiden PKS yang sudah mengakar, dengan karakter leadership masing-masing," terangnya.
Hamy menambahkan, Pemira Capres merupakan hal baru di PKS. Katanya, pemira sebelumnya dilakukan untuk pemilihan anggota Majelis Syuro PKS se Indonesia yang jumlahnya 99 orang. Dan Pemira Capres merupakan manifestasi berkembangnya budaya demokrasi dan musyawarah yang semakin kental di PKS. Para kader bebas memilih sesuai dengan aspirasinya masing-masing.
"Pemira capres ini sebagai bukti bahwa di PKS, suara kader sangat diperhatikan, terutama dalam pengambilan keputusan penting partai. Jadi bukan hak milik elite seperti di partai lain," tuturnya.
(bdh/trw)










































