Sebelum akhirnya membuang mayat Heny Dewi Manapode, tersangka Suherman alias Tomy menghabisi nyawa wanita berusia 77 tahun itu di Jakarta. Tante Heny, sapaan korban, dibunuh terapis ini di tempat kos korban di Jalan MPR, Cilandak, Jakarta Selatan.
"Tersangka diminta datang oleh korban ke kosannya, di situlah korban dibunuh," ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Heru Pranoto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (6/12/2013).
Sumber di kepolisian mengatakan, tante Heny menyewa sebuah kamar di kos-kosan elite yang terletak di Jalan MPR Raya No 22 Unit 16 Cilandak, Jakarta Selatan. Korban dibunuh oleh Tomy pada tanggal 2 November 2013 atau 5 hari sebelum mayatnya ditemukan di dalam koper di Sungai Cirunyup, Bogor, Jawa Barat, pada tanggal 7 November 2013.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heny dihabisi nyawanya dengan cara ditusuk tersangka sebanyak 20 kali menggunakan sebilah pisau.
"Ditusuk pakai pisau kue," imbuh sumber.
Usai menghabisi nyawa Heny, tersangka kemudian membersihkan darah yang berceceran di kamar kost korban. Setelah itu, tersangka kemudian memasukkan jasad wanita asal Manado ini ke dalam sebuah koper.
Mayat korban kemudian dibuang di Sungai Cirunyup, Bogor, Jawa Barat, pada tanggal 6 November 2013. Saat ditemukan, kondisi mayat korban dalam keadaan sudah membusuk.
(mei/rmd)










































