Data Pelaksanaan Ujian CPNS di Sejumlah Daerah
Rabu, 24 Nov 2004 06:08 WIB
Surabaya - Rabu (24/11/2004) hari ini jutaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melakukan tes secara serempak di seluruh Indonesia. Di sejumlah daerah di Jawa Timur puluhan ribu orang juga ikut dalam tes yang baru pertama kalinya dilakukan serempak secara nasional ini.Di Gresik, jumlah peserta meliputi Depag 2.870 peserta (dibutuhkan 301 orang), guru 2.129 peserta (170 orang), Dinkes 930 peserta (60 orang tenaga kesehatan) dan di Pemkab 3.970 (61 orang tenaga strategis). Total peserta baik dari Depag maupun Pemkab berjumlah 7.029 peserta.Kabag Kepegawaian Pemkab Gresik Drs Chusaini Mustas memastikan semua persiapan sudah 100%. Tes ini melibatkan sekitar 895 orang pengawas terdiri dari para guru, Dinas dan Instansi serta karyawan Sekretariat Daerah setingkat dengan eselon IV.Setiap satu ruang terdiri dari dua orang pengawas dengan jumlah peserta 20 orang, membutuhkan sekitar 358 ruang tersebar di 25 sekolah di wilayah kota Gresik. Khusus untuk lokasi tes CPNS Depag, ditempatkan di GOR Tri Dharma Petrokimia GresikDi Blitar, ujian penerimaan CPNS ternyata sampai kini dinilai masyarakat, masih jauh dari tranparansi. Tak aneh jika di Blitar, menjelang pelaksanaan ujian tersebut, sejumlah anggota masyarakat yang tergabung dalam Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) Blitar turun tangan mengambil sikap.Dilatarbelakangi rasa ketidakpercayaan terhadap pelaksanaan ujian penerimaan CPNS yang bersih dari praktek KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme), Bamus mendirikan sejumlah posko pengaduan CPNS. Posko tersebut ditujukan bagi para calon pencari kerja yang merasa dirugikan oleh oknum-oknum tertentu dalam hajat nasional tersebut."Kami sejak awal merasa lowongan CPNS kali ini tidak berbeda jauh dibandingkan yang kemarin. Akan banyak terjadi praktek penyimpangan di dalamnya. Untuk itu, sejak awal kami menyiapkan langkah antisipatif dengan mendirikan posko pengaduan," ungkap Koordinator Posko Pengaduan CPNS Blitar, Susilo Selasa (23/11/2004). Di Malang, Walikota Malang, Drs Peni Suparto menjanjikan tes CPNS akan dilaksanakan secara fair, transparan dan bebas dari KKN. Disamping itu, untuk menjamin 'kebersihan' dalam proses seleksi penerimaan CPNS, maka pelaksanaan tesnya akan diawasi secara ketat. Sementara itu, untuk program penerimaan CPNS tahun ini, pemkot Malang mendapatkan jatah sebanyak 164 PNS baru dari pemerintah pusat. Dari jumlah jatah tersebut nantinya akan diperebutkan oleh sekitar 5.518 orang pelamar.Di Mojokerto, Bupati Mojokerto Drs H Achmady Msi MM, serta Walikota Mojokerto Ir H Abdul Gani Suhartono MM mengancam menindak tegas oknum PNS yang diketahui menjadi calo CPNS. Tempat tes bagi yang mengambil formasi pendidikan.dilakukan di SDN Sooko II, SDN banjaragung I.IISMK jayanegara, SMK PGRI dan GOR Diknas kab. Mojokerto. Sedangkan yang mengambil formasi tenaga medis ditempatkan di SDN Sooko I, SMAN I Sooko, SMK palapa, SMAN Puri I, SDN Japan, SMK PGRI Sooko, dan SPN I Sooko.Jumlah peserta tes CPNS Kab. Mojoketo ada 6.058 orang. Rinciannya, 416 orang pelamar formasi tenaga teknik, 1.568 orang pelamar tenaga pendidikan, dan sisanya tenaga medis.Bagi sekolah yang besok dipakai tes peserta CPNS siswanya akan diliburkan. Sedangkan jumlah peserta tes CPNS diwilayah Kota Mojokerto sebanyak 3.474 orang. Mereka akan merebutkan, 191 formasi. Untuk persiapan tes panitia seleksi menyediakan 176 ruang kelas. Satu kelas akan diisi 20 peserta dan diawasi oleh seorang pengawas.Di Madiun, CPNS untuk formasi pendidikan yang dinyatakan memenuhi syarat sebanyak 1.234. Rinciannya, 813 pelamar guru SLTA, 199 pelamar guru SLTP, dan 222 pelamar guru SD. Mereka bakal memperebutkan 191 jatah guru.Kemudian formasi tenaga teknis, yang dinyatakan memenui syarat sebanyak 3.756. Pelamar sebanyak itu akan memperebutkan 74 tenaga teknis. Dan pelamar tenaga kesehatan yang dinyatakan memenuhi syarat sebanyak 761 dan akan memperebutkan 60 formasi.
(fab/)











































