Contohnya Wati, warga Cileungsi ini sengaja datang ke kawasan Monas untuk melihat kereta-kereta keraton yang dipajang di dalam tenda di sisi Timur Monas.
"Memang sengaja datang Β karena tahu ada kereta-kereta ini," ujar Wati saat berbincang dengan detikcom, Jumat (5/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan Wati, Rusli beserta istri dan anaknya awalnya tak tahu ada pagelaran keraton tersebut. Namun, ketika tiba di kawasan Monas ia langsung menuju 'pameran' kereta keraton ini.
"Pas tiba, ternyata ada kereta-kereta ini. Karena ada tendanya ya sekalian saja foto-foto," ujar Rusli.
Ia mengaku senang ada pagelaran kereta tersebut karena tak perlu jauh-jauh ke Solo dan Yogyakarta untuk melihat pagelaran keraton.
"Biasanya kan kita lihatnya di Yogya atau Solo saja. Sekarang bagus kalau ada di Jakarta. Apalagi katanya dari luar negeri juga akan ada," pungkasnya.
Sekitar 23 kereta dan andong tersebut memang didatangkan sejak tadi malam untuk pagelaran Agung Keraton Se Dunia di kawasan Monas sejak hari ini hingga hari Minggu (5/12/2013).
Hari ini, pengunjung Monas dapat melihat pameran barang pusaka keraton di ruang diorama Monas. Puncak acara ini adalah Kirab Budaya yang akan dilaksnaakan pada hari Minggu sore dengan pawai mengelilingi kawasan Monas. Pagelaran ini rencananya juga akan dihadiri perwakilan kerajaan-kerajaan dunia.
(bil/gah)











































