Banyak Kasus Besar, Presiden Dukung DPR Bentuk Fact Finding
Selasa, 23 Nov 2004 22:38 WIB
Jakarta - Banyaknya kasus besar yang terjadi di tanah air membuat DPR berencana membentuk tim pencari fakta atau fact finding. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendukung langkah DPR tersebut.Menurut presiden, ada tiga hal yang ia minta penjelasan dari Kapolri usai kunjungannya ke KTT APEC di Santago Cili. Tiga hal tersebut yaitu kasus meninggalnya Munir, kasus kecelakaan di jalan Tol Bogor-Jakarta dan kasus Bojong dimana terjadi aksi kekerasan oleh polisi."Saya menyambut baik langkah DPR melakukan fact finding terhadap kejadian-kejadian itu, karena tidak ada yang tidak transparan dan ankutable," kata presiden, sesaat setelah mendarat di Base Off Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Selasa (23/11/2004) malam."Saya minta Kapolri menjelaskan hal ini kepada DPR selengkap-lengkapnya agar kebenaran terungkap. Mereka yang salah harus diberi sanksi hukum," tegas presiden.Presiden SBY mengatakan, selain tiga hal tadi ia juga menyimak respon dan langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah Aceh. Menurutnya, perpanjangan darurat sipil di Aceh terlalu ditonjolkan, padahal pemerintah sedang mencari solusi yang aman dan adil untuk menyelesaikan konflik di Aceh."Darurat sipil masih diperlukan sebagai bagian dari operasi terpadu. Pemerintah melakukan langkah ini untuk mencari solusi yang baik. Dua hari lagi saya akan berangkat ke Aceh meninjau kondisi terakhir disana sehingga konflik segera berakhir," demikian presiden SBY.
(fab/)











































