Penyerbuan belasan orang yang diduga preman itu berlangsung dua kali. "Pertama pada saat belajar mengajar. Yang kedua saat istirahat," tutur salah satu siswa, Syahrul (16) di lokasi, Rabu (4/12/2013).
Saat diserang, puluhan siswa melakukan perlawanan. Terjadi perang batu di depan sekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kamsir dendam pada Syahril dan teman-temannya. Dia tidak bisa menjawab pertanyaan seniornya waktu Diksar di sekolah," jelas Pembina Pramuka SMK Barebbo, Andi Mallarangeng di lokasi.
Aparat kepolisian langsung mengejar pelaku. Setelah mengeluarkan tembakan peringatan, polisi berhasil menangkap salah satu pelaku. Mereka mendatangi rumah-rumah pelaku yang sudah teridentifikasi dan meminta orangtua pelaku menyetor anaknya ke kantor polsek untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
(/)











































