Seruan Kasih dan Damai dari Masyarakat Indonesia di Norwegia

Laporan dari Oslo

Seruan Kasih dan Damai dari Masyarakat Indonesia di Norwegia

Eddi Santosa - detikNews
Rabu, 04 Des 2013 16:47 WIB
Seruan Kasih dan Damai dari Masyarakat Indonesia di Norwegia
Oslo - Semangat Natal 2013 mengandung nilai universal bagi setiap agama, yang selalu mendorong umatnya untuk hidup dalam damai dengan saling mengasihi, berakhlak mulia, dan bertoleransi.

Demikian disampaikan Duta Besar RI untuk Kerajaan Norwegia dan Republik Islandia, R.A. Esti Andayani dalam pidato sambutan pada Perayaan Natal Bersama 2013 di Wisma Duta, Oslo, baru-baru ini.

Kiranya nilai-nilai tersebut sesuai dengan nilai baik di Indonesia maupun Norwegia, serta hendaknya menjadi pedoman dalam hidup keseharian kita, ujar Dubes.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip subtema Bersama-sama Mewujudkan Damai yang Berkeadilan dalam Konteks Kemajemukan, Lingkungan Hidup dan Demokrasi dan menyongsong Pemilu 2014, Dubes mengimbau WNI agar menggunakan hak pilihnya demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Senada dengan pesan Dubes, Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Oslo Fathurrahman Yahya juga memanfaatkan peluang tersebut untuk sosialisasi Pemilu 2014, dan menyebarkan informasi terkini seputar pelaksanaan pemilu bagi WNI calon pemilih di Norwegia dan Islandia.

Sebelumnya perayaan Natal Bersama itu diawali dengan kebaktian yang dipimpin oleh Pendeta Goran Andreassen, disusul sesi non-ritual yang dihadiri oleh sekitar 250 warga Indonesia dan keluarganya, baik beragama Kristiani maupun non-Kristiani.

Sebagaimana disampaikan Sekretaris III Dyah Wisnu Kusumawardani kepada detikcom, perayaan dengan tema nasional Datanglah, Ya Raja Damai yang berlangsung pada Minggu malam (1/12/2013) itu mendapat sambutan positif dari masyarakat Indonesia di Norwegia.

Persekutuan Kelompok Kristiani Indonesia di Norwegia, diwakili oleh Valentino Malaihollo, menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Dubes RI dan KBRI untuk kegiatan yang dinilai dapat memupuk kebersamaan masyarakat Indonesia di Norwegia itu.

Acara berlangsung meriah namun penuh kesederhanaan. Berbagai hidangan khas Indonesia yang disiapkan Dharma Wanita Persatuan KBRI Oslo, termasuk makanan kecil dan kue dari anggota masyarakat, semuanya ludes disantap oleh masyarakat, yang nampaknya merindukan makanan dan suasana Indonesia.

Pada sesi hiburan, masyarakat silih berganti menyumbangkan lagu dalam suasana penuh keceriaan. Sementara anak-anak terlihat gembira setelah sebelumnya menerima bingkisan dari Sinterklas. (es/es)


Berita Terkait