BK Telusuri Kasus Perkelahian Irgan dan Adik Nazaruddin di DPR

BK Telusuri Kasus Perkelahian Irgan dan Adik Nazaruddin di DPR

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Rabu, 04 Des 2013 15:25 WIB
BK Telusuri Kasus Perkelahian Irgan dan Adik Nazaruddin di DPR
Jakarta - Badan Kehormatan DPR mulai mengumpulkan informasi tentang kasus perkelahian Wakil Ketua Komisi XI DPR Irgan Chairul Mahfiz dengan adik eks Bendum PD M Nazaruddin. BK akan mengklarifikasi yang bersangkutan jika diperlukan.

"Kita belum tahu detailnya. Berkelahi dengan siapa, apakah dengan anggota Dewan juga?" kata Wakil Ketua BK DPR Siswono Yudho Husodo kepada detikcom, Rabu (4/12/2013).

Siswono menuturkan BK akan mengambil tindakan. Karena hal ini memalukan citra DPR.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya nanti kita lihat," katanya saat ditanya rencana pemanggilan Irgan.

Pandangan senada disampaikan Ketua BK DPR Trimedya Panjaitan. "Kita akan bicara setelah tahu duduk perkaranya," kata politikus PDIP ini.

Ketua Komisi IX DPR Ribka Tjiptaning membenarkan adanya keributan antara politikus PPP Irgan Chairul Mahfidz dengan adik Nazaruddin yang juga anggota Fraksi Partai Demokrat (PD), M Nasir. Ribka menyaksikan langsung keributan antara keduanya.

Ribka menuturkan peristiwa itu terjadi Senin (4/12/2013) sekitar pukul 16.00 WIB. Cerita bermula saat dia sedang duduk santai di ruangan pimpinan Komisi IX. Selain dirinya, ada Irgan di dalam ruangan.

Lalu datanglah Nasir dan seorang pria lainnya yang diduga sebagai Hasyim. Ribka tak mengenal pria itu, namun dia mengatakan pria itu memiliki wajah yang mirip dengan Nasir dan Nazaruddin.

"Gua nggak jelas juga. Mereka eyel-eyelan, Nasir sama Irgan itu. Nggak tahu apa yang diributin," kata Ribka kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (4/12/2013).

Namun Ketua FPD Nurhayati Ali Assegaf membantah M Nasir terlibat keributan dengan Irgan. Menurut Nurhayati, M Nasir memang ada di lokasi keributan, namun tak terlibat. Sumber lain menyebut, yang terlibat keributan adalah adik Nazar yang lain yaitu M Hasyim. Hasyim tercatat pernah mengirim orang ke Sutan Bhatoegana untuk menagih utang tahun lalu hingga menimbulkan keributan.

(van/nrl)


Berita Terkait